Perjalanan Politik Mitro’atin Ketua DPRD yang juga Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro

Perjalanan Politik Mitro’atin Ketua DPRD yang juga Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro

TerasJatim.com, Bojonegoro – Nama Mitro’atin, bagi publik Bojonegoro Jawa Timur, bisa jadi cukup dikenal. Wanita 46 tahun itu, kini menjabat sebagai Ketua DPRD Bojonegoro dan juga menahkodai Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro.

Politikus wanita asal Desa Tanjung Kecamatan Tambakrejo ini, mengawali karirnya sebagai Kepala Desa Tanjung selama dua periode. Awalnya, ibu dua anak ini bercita-cita ingin menjadi guru.

Perjalanan waktu untuk terjun sebagai politisi berawal dari ajakan Almarhum HM Talhah (yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPC Golkar Kabupaten Bojonegoro). Tahun 2008. Mitro’atin dicalonkan sebagai calon legislatif dari Dapil V.

“Saat itu saya ditempatkan jadi calon legislatif Partai Golkar untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. Saya tidak menyangka ternyata terpilih.” ujarnya.

Alhasil, dia terpilih dan harus meninggalkan jabatannya sebagai kades di desanya yang saat itu memasuki tahun pertama periode keduanya.

Istri seorang guru agama ini akhirnya terjun total sebagai politisi dan mewakili rakyat di Dapil V ini untuk berkantor di gedung dewan.

Nah, pada pemilu legislatif di periode 2014-2019, Mitro’atin kembali melenggang mulus ke gedung dewan dan mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua DPRD Kabupaten yang dikenal luas sebagai daerah penghasil minyak tersebut hingga saat ini.

Karir politik Mitro’atin semakin brsinar, saat dalam Musda (Musyawarah Daerah) DPD Partai Golkar yang dilaksanakan di Kantor DPD Patai Golkar Jawa Timur, beberapa waktu lalu, dia terpilih secara aklamasi untuk memimpin Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro Periode 2016 – 2021.

“Alhamdulillah karena proses berjalan demokratis dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ucap Mitroatin.

Setelah terpilih, sesuai amanat musda dan formatur, Mitro’atin dan segenap pengurus harus bekerja keras untuk menyolidkan sekaligus memenangkan Partai Golkar pada Pemilihan Umum 2019 di wilayahnya. Hal ini dilakukan guna mewujudkan target minimal 10 kursi untuk DPRD Bojonegoro di pemilu legislatif mendatang.

Kini tugas dan perjalanan berat wanita berjilbab ini semakin tampak. Selain harus bertanggung jawab terhadap tugasnya sebagai pimpinan anggota dewan, dia juga harus mengemban amanat sebagai ketua Partai Golkar Bojonegoro.  (Kta/Red/TJ-Advertorial)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim