Pakai Jurus Mabok, Pacitan Usulkan 80 Jembatan Akses Pendidikan

TerasJatim.com, Pacitan – Pada November lalu, Presiden Prabowo menyampaikan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jembatan akses pendidikan anak, di berbagai daerah terpencil di Indonesia.
Pembangunan hingga 300 ribu jembatan itu, jadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang aman bagi seluruh anak Indonesia. Hal itu diutarakan Prabowo saat sambutan pada Puncak Peringatan Hari Guru 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Kesempatan tersebut disambut baik oleh Pemkab Pacitan, dengan mengusulkan puluhan jembatan ke Satgassus Jembatan. Ajuan itu berdasar permohonan dari sejumlah desa yang ada di 12 kecamatan di kabupaten dengan julukan lain 1001 gua.
“Kita pakai jurus mabok. Usulkan 80 jembatan usulan dari masyarakat. Entah nanti yang direalisasi berapa tidak masalah,” kata Imam Syafiq, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pacitan, saat berbincang dengan TerasJatim.com, baru-baru ini.
“Kalau daerah lain ada yang usulkan 7, 10, 15, bahkan ada yang tidak mengusulkan. Tapi kita (Pacitan) ada temannya, Ponorogo juga mengusulkan banyak. Ini kesempatan, kalau nantinya (usulan) banyak yang direalisasikan, ya alhamdulillah,” sambung dia, menambahkan.
Dilansir TerasJatim.com dari laman www.presidenri.go.id, Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak laporan dari masyarakat melalui kanal digital mengenai kondisi infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan. Sebagai respons, Presiden Prabowo umumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang akan memfokuskan pembangunan hingga 300 ribu jembatan di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden juga menegaskan bahwa penyelesaian masalah jembatan merupakan keharusan mendesak, karena menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari berjuang menempuh perjalanan ke sekolah. Di satu sisi, pihaknya memerintahkan berbagai pihak untuk terlibat, mulai dari kementerian, perguruan tinggi, hingga aparat keamanan. (Git/Kta/Red/TJ)


