Nyaris Selalu Terisolir, Pemdes Lebaksari Bojonegoro Bertekad Benahi Infrastruktur Jalan

Nyaris Selalu Terisolir, Pemdes Lebaksari Bojonegoro Bertekad Benahi Infrastruktur Jalan

TerasJatim.com, Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Lebaksari Kecamatan Baureno Bojonegoro Jatim, terus berupaya dan berjuang keras membangun infrastruktur jalan yang tertinggal jauh dari desa-desa lain di kecamatan setempat.

Maklum saja, wilayah Desa Lebaksari memang berada jauh dari pusat kecamatan. Secara geografis, desa yang terdiri atas tiga dusun yakni Mranten, Parengan dan Gowok ini berada di bibir Sungai Bengawan Solo yang nyaris terisolir lantaran parahnya kondisi jalan akibat tergerus luapan banjir setiap tahun.

Ditemui TerasJatim.com, Kades Lebaksari Zainal Abidin mengatakan, pembangunan jalan di desanya adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Pasalnya tak mungkin satu daerah bisa maju jika akses jalannya tidak memadai.

“Memang pembangunan¬† jalan di sini lumayan berat, tetapi harus dilaksanakan agar laju urat nadi perekonomian dan hubungan sosial seluruh warga lebih mudah dan cepat,” ujar Kades yang akrab dipanggil Kang Suhel ini.

Menurut dia, setidaknya ada 2 faktor beratnya pembangunan jalan di Desa Lebaksari. Utamanya dikarenakan sering terendam banjir sehingga butuh konstruksi yang benar-benar kokoh agar tidak sia-sia dan awet meski digerus derasnya air bengawan.

“Faktor berikutnya, akses jalan di Desa Lebaksari ini terpotong-potong. Misalnya, jalan poros sebagai akses desa ini ke pusat kecamatan ada yang milik Desa Bumiayu, Kauman, Trojalu dan juga ada milik Desa Tanggungan,” paparnya.

Repotnya, kata dia, pengguna jalan milik wilayah desa-desa lain itu hanya dilalui warga Lebaksari saja dan bisa dibilang tidak pernah dilalui warga pemilik jalan. Ibarat kata, warga Lebaksari numpang lewat di jalan milik desa tetangga.

“Itu kan susah, kita sangat butuh memanfaatkan jalan tersebut, sementara mereka tidak. Sebab, memang Lebaksari ini terbilang jalur buntu, jadi ya sangat jarang warga desa lain yang ke sini,” tukasnya.

Maka wajar, lanjutnya, jalan poros antar desa itu tidak menjadi skala prioritas pembangunan dari desa-desa tetangga karena azas manfaatnya minim untuk warga mereka sehingga dialihkan ke pembangunan lainnya.

Sementara, lanjutnya lagi, jika jalan poros antar desa tersebut dibangun Lebaksari selaku pengguna utama, tentu tidak dibenarkan oleh peraturan karena memang ruas jalan itu milik desa lain.

“Tapi tidak mengapa, saya optimis semua akan ada solusinya melalui terobosan-terobosan yang terus kita upayakan. Dimulai dari hal-hal yang mampu kita jangkau dulu saja sesuai anggaran yang dikelola desa,” paparnya.

Ia lalu mencontohkan terobosan di paruh akhir tahun 2018 lalu pihaknya mendapatkan Bantuan Keuangan Desa untuk membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalan poros antar dusun sekaligus antar desa ruas arah Desa Tanggungan.

“Alhamdulillah akhir tahun 2018 dapat bantuan TPT sepanjang 400 meter dan telah fiks dengan kontruksi yang sangat memadai untuk penguatan jalan poros langganan banjir ke arah DesaTanggungan sekaligus merupakan penghubung Dusun Mranten ke Dusun Gowok,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga telah didatangi Tim Survey dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di lokasi jalur jalan poros antar desa yang menjadi kunci urat nadi perekonomian warga Desa Lebaksari.

“Bismillah, semoga target pembangunan jalan poros antar desa bisa segera terwujud melalui TMMD atau mungkin program lainnya agar Lebaksari lebih sejahtera dan tidak terus menerus menjadi desa terisolir” pungkasnya penuh harap. (Saiq/Red/TJ/Adv)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim