Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Musim Kemarau, Penjual Hijauan Pakan Ternak di Tulakan Pacitan Ini Kantongi Rp200 Ribu Perhari

Musim Kemarau, Penjual Hijauan Pakan Ternak di Tulakan Pacitan Ini Kantongi Rp200 Ribu Perhari

TerasJatim.com, Pacitan – Dampak musim kemarau yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pacitan, menjadi keuntungan tersendiri bagi segelintir orang. Salah satunya bagi pelaku usaha penjual hijauan pakan ternak.

Hal itu sebagaimana dirasakan Gunandi, warga Desa Losari, Kecamatan Tulakan, Pacitan, yang sudah puluhan tahun menggeluti profesi sebagai penjual hijauan pakan ternak di seputaran Pasar Hewan, Desa Tulakan.

“Kalau rendheng (penghujan, _red)) barang mudah dicari tapi harga lebih murah dan lama lakunya. Yang jelas, musim kemarau ini ada untungnya, cepat laku dan bisa jual banyak,” katanya, kepada TerasJatim.com, di sela-sela melayani pembeli, Selasa (09/07/19) siang.

Berbagai jenis hijauan pakan yang dijualnya yakni, rumput gajah, daun nangka, daun singkong dan lainnya, yang diperolehnya dengan cara membeli secara borongan dari sejumlah pemilik kebun yang ada di sekitar rumah tinggalnya.

Dalam sehari, bapak satu anak ini mampu menjual 20 ikat lebih dengan harga jual rata-rata Rp15.000-Rp20.000 per ikat, tergantung jenis pakan yang dijualnya. Akan tetapi ketika hari pasaran Wage, ia mampu menjual hingga 50 ikat lebih.

“Kalau pas hari pasaran hewan, biasanya Wage di sini, itu 50-60 ikat lebih bisa terjual, tergantung bawanya banyak atau tidak. Kalau hari biasa rata-rata 20 ikat terjual dan yang paling laku cepat rumput gajah. Ya, dari pada kuli saya pilih jualan ini saja,” beber pria berusia 65 tahun.

Meski barang jualan yang diperolehnya bukan dari lahan miliknya, Gunandi mengaku tidak rugi. Bahkan, dalam sehari rata-rata ia bisa meraup keuntungan di atas Rp200 ribu. Terlebih, saat ini musim kemarau, barang sulit dicari dan mendekati Idul Adha yang tentunya permintaan semakin meningkat.

“Kalau kemarau ini rata-rata dapat untung Rp200-Rp400 ribu, tergantung bawanya barang yang dijual. Dua minggu lalu itu saya dapat Rp850 ribu sehari, kebetulan bawanya barang banyak,” ungkapnya.

Ditemui di tempat berbeda, Bejan (60), warga Dusun Gowong, Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, penjual rumput lainnya mengatakan, dalam sehari dari menjual hijauan pakan ternak tersebut paling banyak mendapat keuntungan sekitar Rp200 ribu bersih.

“Sebenarnya lebih, karena dipotong untuk tenaga orang lain kalau sendiri sudah tidak mampu, kemudian dipotong mobil untuk angkut. Ya tidak mesti keuntungannya, paling banyak sekitar Rp200 ribu,” katanya.

Menurutnya, di musim kemarau ini ia harus merogoh kocek lebih banyak, hal ini selain tidak memiliki lahan sendiri untuk ditanami, karena dalam mencari hijauan pakan tersebut hingga ke lain kecamatan.

“Kalau musim kemarau, biasanya saya mencarinya sampai ke Kecamatan Arjosari, modalnya juga tambah karena jaraknya jauh, kalau belinya sedikit rugi ongkos perjalanannya,” katanya, tanpa menyebut jumlah modal yang dikeluarkannya.

Meski demikian, pria yang sudah 4 tahun menggeluti bisnis jual hijauan pakan tersebut mengaku tetap bersyukur ketika keuntungan yang diperolehnya tidak banyak. “Namanya rezeki, sedikit tetap disyukuri, banyak ya Alhamdulillah. Kalau rugi ya sudah risikonya, toh sudah 4 tahun jualan ini,” imbuhnya. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim