Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Meriahkan Ramadhan, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Patrol

Meriahkan Ramadhan, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Patrol

TerasJatim.com, Banyuwangi – Selama dua hari mulai 10 hingga 11 Mei 2019, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Patrol yang dipusatkan di Taman Blambangan. Festival ini untuk memeriahkan suasana Ramadan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, mengatakan, patrol merupakan seni musik yang identik sebagai tradisi membangunkan orang tatkala waktu sahur tiba.

Dikatakannya, musik patrol ini tidak hanya menyajikan alunan musik bambu yang khas, namun masing-masing grup patrol juga mengaransemen syair-syair religi yang sarat dengan puja-puji kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Bahkan, untuk melengkapi penampilannya, para peserta mengenakan kostum panggung yang menarik.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya para peserta akan berkeliling kampung melakukan atraksi, namun pada tahun ini panggung utama sebagai awal start dipusatkan di Taman Blambangan. Bukan di Stadion Dipomegoro sebagaimana tahun lalu.

“Acara Ramadhan sengaja kami pusatkan di Taman Blambangan, agar efektif. Jadi, semua terintegrasi. Mulai dari pasar takjil Ramadan, tempat ibadah hingga berbagai gelaran,” katanya.

Musik patrol sendiri memanfaatkan bambu sebagai medianya. Batang bambu dipotong sesuai dengan ruasnya dan diberi lubang kecil memanjang di salah satu sisinya. Semakin besar diameter bambu maupun besaran lubang akan mempengaruhi suara yang dikeluarkan oleh alat musik patrol.

“Bambunya diketuk dengan irama tertentu. Disesuaikan dengan lagu yang dimainkan. Biasanya, juga dicampur dengan Jedor sebagai pengatur ritme,” ungkap Burhan, salah satu peserta Festival Patrol.

Burhan mengatakan, sudah sejak kecil ia memainkan musik patrol setiap Ramadhan. Ia bersama teman-temannya berkeliling kampung untuk membangunkan orang sahur. Biasanya, saat bertemu dengan grup patrol lainnya, mereka akan saling berlomba untuk menyajikan tabuhan terbaiknya.

“Saya tak tahu persis sejak kapan tradisi ini ada di Banyuwangi. Yang pasti, sejak zaman kakek saya sudah ada,” kata Burhan

Lantaran tradisi musik patrol yang telah mengakar cukup kuat di tengah masyarakat Banyuwangi itulah, yang coba dilestarikan oleh Pemda Banyuwangi.

Gelaran Festival Patrol menjadi bagian untuk menghidupkan khazanah tradisi. Sebab untuk membangun industri pariwisata, salah satunya adalah atraksi. Semakin unik dan khas atraksi yang ditampilkan, semakin membuat orang ingin melihatnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim