Mbois Abaikan Ad Hominem, Fibi Irawan: Fokus Perjuangkan Masyarakat Pacitan

Mbois Abaikan Ad Hominem, Fibi Irawan: Fokus Perjuangkan Masyarakat Pacitan

TerasJatim.com, Pacitan – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan tahun 2020 sudah di depan mata. Meski masa kampanye belum dimulai, namun ada sejumlah pihak yang menilai salah satu kandidat masif melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Atas penilaian itu, secara tidak langsung tentu akan menjatuhkan kredibilitas dari kandidat bakal calon. Sebagaimana dialami oleh pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo-Isyah Anshori (Mbois) yang diusung PDIP dan PKB.

Dua hari sebelumnya, nama paslon Mbois mencuat di media mainstrem. Yang mencolok tidak lain yakni Yudi Sumbogo, karena hingga saat ini Yudi masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan.

Meski dapat dibilang ‘wajar’, jika seorang publik figur menjadi perbincangan khalayak. Namun, bagi masyarakat polos tentu akan menelan mentah dari apa yang diterimanya sepihak itu.

Menanggapi hal itu, Fibi Irawan, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pacitan mengatakan, Mbois mengabaikan ad hominem atau biasa disebut sebagai kesesatan berlogika, dan tetap fokus pada jalur memperjuangkan masyarakat Pacitan.

“Mbois, sebenarnya abaikan ad hominem. Karena, ada hal yang lebih penting yaitu kita fokuskan untuk memperjuangkan masyarakat Pacitan ke depan lebih baik dan sejahtera,” ujar Fibi kepada TerasJatim.com, di Kantor DPC PKB Pacitan, Sabtu (19/09/20).

Menurutnya, kekeliruan berlogika atau logical fallacy ini bisa diartikan sebagai kesalahan dalam penalaran dan sering kali muncul karena ketidakmampuan seseorang menghasilkan pernyataan yang memenuhi kaidah argumentasi logis dalam proses penyimpulan kebenaran.

Sementara itu, sambung Fibi, demokrasi dan politik memang merupakan sebuah aktivitas intelektual dalam menjaga pemerintahan dan dijalankan dengan akal sehat. Sehingga, seorang politisi itu syarat utamanya adalah kecukupan nalar dan pengetahuan.

“Dalam dialektika argumentasi, disfungsi penalaran itulah yang sering menyebabkan orang mengalami¬†logical fallacy. Dalam hal ini Mbois tetap fokus perjuangkan kepentingan masyarakat dan mengabaikan hal-hal tersebut,” pungkasnya. (Git/Kta/Red/TJ/Adv)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim