Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

KLB Hepatitis A di Pacitan, Dinkes Jatim Beri Warning Trenggalek dan Ponorogo

KLB Hepatitis A di Pacitan, Dinkes Jatim Beri Warning Trenggalek dan Ponorogo

TerasJatim.com, Pacitan – Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A yang mewabah di Kabupaten Pacitan dalam sebulan terakhir, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim memberikan warning atau peringatan kepada daerah perbatasan, seperti Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Provinsi Jatim, drg. Vitria Dewi, usai mengikuti konferensi pers di ruang rapat Bupati Pacitan, Senin (01/07/19) siang.

Ia menyampaikan, terkait pesebaran KLB hepatitis A di Jatim, daerah terdekat dengan Kabupaten Pacitan perlu untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kalau sekarang ada di Pacitan, tentunya garis-garis batas dengan Pacitan yang harus berhati-hati. Warning saya di Trenggalek dan Ponorogo,” ujarnya.

Menurut Vitria, Dinkes provinsi sudah meminta kabupaten lainnya untuk melakukan langkah-langkah dalam hal pencegahan dan secara resmi telah disampaikan supaya kejadian tersebut tidak meluas.

“Jadi, setiap daerah sudah kami informasikan untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan, agar kejadiannya tidak berlanjut kemana-mana,” katanya.

Ditanya apakah sudah ada laporan resmi soal daerah lainnya selain Pacitan yang terjangkit hepatitis A, pihaknya belum bisa membeberkan secara rinci. Meski demikian, pihaknya akan melakukan pemantauan secara ketat.

“Untuk laporan resmi mohon maaf mulai kemarin saya ada di sini (Pacitan), dan saya belum melihat data secara resmi jadi belum bisa menyampaikan. Tapi kami tentu akan memantau ketat daerah perbatasan paling dekat, karena penularannya sangat cepat sekali,” terang Vitria.

Secara singkat ia menjelaskan, bahwa penderita hepatitis A tersebut tidak sepenuhnya terbaring di tempat tidur, akan tetapi masih bisa melakukan aktifitas dan terlihat sehat. Padahal, masih terdapat sisa virus yang masih bisa menularkan.

“Kalau tadi malam mendengar saya bersosialisasi, dengan bahasa masyarakat ‘sing loro ojo masak disik’ (yang sakit jangan memasak dahulu) biarkan keluarga yang sehat yang masak. Jadi, saya membahasakan jangan menjadi penjamah makanan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Dinkes Pacitan per 1 Juli 2019, jumlah penderita hepatitis A di Pacitan berjumlah 975 orang, sejak pertama ditemukannya kasus tersebut pada seorang penderita di Kecamatan Sudimoro pada 8 Mei 2019 lalu. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim