Terjadi Aksi Kejar-Kejaran, Budak Sabu asal Surabaya Dibekuk di Kamal Madura

Terjadi Aksi Kejar-Kejaran, Budak Sabu asal Surabaya Dibekuk di Kamal Madura

TerasJatim.com, Bangkalan – Aksi penangkapan salah satu budak sabu itu bermula saat anggota Polsek Kamal melakukan patroli rutin tengah malam hingga pagi untuk memastikan jika situasi dan kondisi tetap aman dan terkendali.

Namun kemudian, petugas mendapat laporan dari warga bahwa di sekitar Jalan Raya Ds. Kebun, Kecamatan Kamal, telah ada transaksi sabu. Mendengar hal itu, petugas pun langsung bergegas mendatangi lokasi.

Mengetahui ada sejumlah polisi datang, sang pelaku yakni MA, pemuda 19 tahun ini, langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Vario bernopol L 2579 OI.

Tak mau buruannya lepas, 4 aparat polisi yang berpakaian preman tersebut langsung melakukan pengejaran terhadap MA. Aksi kejar-kejaran ini pun berlangsung tidak terlalu lama. Polisi akhirnya berhasil mengamankan MA dan langsung menggelandang pemuda asal Surabaya tersebut ke Mapolsek Kamal.

Saat dilakukan penggeledahan, di jok sepeda motornya ditemukan 1 klip sabu dengan berat kotor sekitar 1,76 gram.

Kepada petugas, MA mengaku jika dirinya membeli sabu itu dari seseorang yang berinisial DUS yang kini menjadi buronan aparat kepolisian.

Saat dikonfirmasi TerasJatim.com, Kasihumas Polres Bangkalan Iptu Sucipto menjelaskan, bahwa MA membeli sabu tersebut dari pria berinisial DUS (DPO) yang merupakan warga Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

“Dari hasil pengakuan tersangka, MA membeli sabu sabu seberat 1,76 gram tersebut dari DUS yang kini menjadi DPO. MA juga mengaku dirinya membayar sabu tersebut sebesar Rp1.85 juta kepada DUS. Saat ini, Unit Reskrim Polsek Kamal masih melakukan penyidikan terhadap MA dan kami masih memburu DUS untuk membongkar sindikat narkotika di Kecamatan Kamal,” terangnya, Senin (22/11/2021) petang.

“Berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan tim di lapangan, tersangka MA kami kenakan Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun kurungan penjara,” pungkas dia. (Ono/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim