Kasus Narkotika di Banyuwangi Meningkat Tajam

Kasus Narkotika di Banyuwangi Meningkat Tajam
Tampak ekspose kasus di akhir tahun 2015, di halaman Polres Banyuwangi

TerasJatim.com, Banyuwangi – Kasus narkotika di wilayah hukum Polres Banyuwangi tahun ini, meningkat 39 % dari tahun sebelumnya. Tahun 2014 lalu terdapat 99 kasus, sedangkan pada tahun 2015 ini mencapai 138 kasus.

Meningkatnya kasus narkotika di Banyuwangi menjadi sorotan utama pihak kepolisian. Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, kepada TerasJatim.com mengatakan, meningkatnya kasus narkotika di Banyuwangi dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya  dari faktor geografis, dimana Banyuwangi menjadi tempat perlintasan menuju Bali, menuju Kota Surabaya maupun Madura.

Terlebih Banyuwangi juga memiliki pelabuhan, bandara dan stasiun kereta api, sehingga memungkinkan narkoba masuk ke wilayah Banyuwangi.

“Pengaruh internet, pergaulan yang salah dan dunia hiburan juga mempengaruhi meningkatnya kasus narkoba,” jelas Kapolres.

Untuk menekan angka kasus narkotika, kata AKBP Bastoni Purnama, pemerintah kabupaten Banyuwangi harus segera membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Karena keberadaan BNNK dinilai cukup efektif mengurangi kasus narkoba, seperti yang sudah dilakukan  di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Terlebih peredaran narkoba di Banyuwangi saat ini tergolong relatif  tinggi.

Terkait rencana pembentukan BNNK, Kapolres Banyuwangi mengaku sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah, agar segera mengusulkan kepada pemerintah provinsi Jawa Timur. “Tahun 2016 Kabupaten Banyuwangi harus memiliki BNNK,“ Harapnya.

Sementara itu berdasarkan data di Polres Banyuwangi, secara umum kasus terbanyak di Banyuwangi yang menduduki peringkat teratas selama tahun 2015, yakni kasus pencurian dengan pemberatan (curat), jumlahnya mencapai 153 laporan kasus.

Dari angka tersebut, 67 kasus penanganannya sudah diselesaikan oleh aparat Kepolisian Banyuwangi. (Irh/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim