Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kabur Saat Ditangkap, Penyelundup 11,5 Kilogram Sabu Tewas Tertabrak Truk

Kabur Saat Ditangkap, Penyelundup 11,5 Kilogram Sabu Tewas Tertabrak Truk

TerasJatim.com, Surabaya – Polda Jatim berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika jenis sabu yang diselundupkan dari Malaysia. Sebelumnya, berat sabu yang dimasukkan 10 galon cat ini ditaksir seberat 10 kilogram. Namun setelah dihitung secara pasti, beratnya mencapai 11,5 kilogram (kg).

“Pelaku atas nama Peter Kristiono ditangkap di rumahnya di Perum Permata Taman Palem Blok A5/16, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, telah meninggal dunia. Meninggalnya Peter bukan karena ditembak petugas. Memang ada drama penangkapan Peter,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Selasa (09/07/19).

Ia mengungkapkan, saat ditangkap dan dibawa ke Mapolda Jatim, di perjalanan saat mengisi BBM di SPBU Tambun Bekasi, Peter izin ke kamar kecil. Meski diborgol dan dikawal petugas, Peter pun mencoba kabur dengan mendorong petugas hingga jatuh dan berlari melewati pembatas jalan tol.

Petugas lainnya pun bersiap dengan mengarahkan pistol untuk menembak Peter agar tidak kabur. Namun nahas, sebelum ditembak, Peter akhirnya tertabrak truk bermuatan daging yang melintas. “Ini berhasil diungkap dikembangkan di Jakarta di perumahan. Saat pelaku dibawa ke Jatim, isi bensin di salah satu POM pelaku melarikan diri dan ditabrak truk pembawa daging tanggal 3 Juli,” ungkap Luki.

Polisi langsung membawa Peter ke Rumah sakit. Namun, esoknya, nyawa Peter sudah tak tertolong. Jenazah Peter kini telah dibawa keluarganya. “Dibawa ke RS, akhirnya tanggal 4 Juli meninggal dan sudah dibawa keluarganya,” imbuh Luki.

Luki menyebut pengungkapan ini merupakan pengembangan dari pelaku yang telah ditangkap di beberapa daerah di Jatim. “Total sabunya 11,5 kilogram dibagi jadi 10 bungkus. Awalnya, Oktober ditnarkoba menangkap 2,5 kilogram, perkembangan bulan Maret ada yang meninggal di Madura beratnya 5 kilogram. Hasil pengembangan itu, tanggal 3 Juli berhasil mengungkap lagi 11,5 kilogram yang dimasukkan di dalam kaleng cat,” papar Luki.

Dalam kasus ini, polisi tengah melakukan pengembangan lagi. Pasalnya, sabu yang ditaksir senilai miliaran rupiah ini rencananya akan dikirim ke Madura. “Barang ini dari Malaysia, menggunakan kapal ekspedisi. Sebelumnya menggunakan pesawat, yang Maret itu pakai ekspedisi. Ini ada lagi pengembangan, nanti akan kami sampaikan. Tim masih bergerak di salah satu tempat. BB ini akan dikirim ke wilayah Madura, ada salah satu tempat yang kami jadikan target,” jelasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim