Jadi Tersangka Kasus Asusila, Pria asal Boyolangu Tulungagung Terancam Bui 15 Tahun

Jadi Tersangka Kasus Asusila, Pria asal Boyolangu Tulungagung Terancam Bui 15 Tahun

TerasJatim.com, Surabaya – Penyidik Subdit Remaja Wanita dan Anak (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim, akhirnya menetapkan MN, pria 50 tahun, warga asal Desa/Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, sebagai tersangka kasus tindak kekerasan seksual kepada 6 anak laki-laki di Tulungagung.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan, tersangka MN melakukan aksi bejatnya sejak 11 tahun lalu, tepatnya sejak tahun 2008. Saat itu, tersangka MN memangsa korban berusia 4 hingga 5 tahun. Aksi kejahatan seksual itu berlangsung di toko listrik dan warung kopi milik tersangka di kawasan Pasar Boyolangu Kecamatan Boyolangu Tulungagung.

Aksi cabul ini pun terus dilakukan oleh tersangka MN hingga tahun 2018. Di tahun 2018 saja, tersangka mengerjai 6 orang remaja yang kesemuanya masih berstatus sebagai pelajar. Tersangka memberi iming-iming uang mulai puluhan hingga ratusan ribu agar para remaja yang menjadi korbannya mau dicabuli dan tidak melapor.

“Saya menjelaskan kasusnya, sudah diketahui bersama tersangka ini sudah melakukan aksinya sejak 2008. Tahun 2018 ada enam korban yang kita ketahui,” kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi, saat menggelar rilis kasus ini di Mapolda Jatim, Jumat (29/11/19).

Pitra menambahkan, pada akhir November 2019, pihaknya melakukan penyidikan hingga akhirnya menangkap tersangka. “Kita melakukan proses hukum berdasarkan laporan keluarga korban dan langsung mengamankan tersangka,” imbuhnya.

Pitra menyebut, tersangka MN melakukan aksinya dengan melakukan tindakan seksual kepada korban. Bahkan, ada beberapa korban yang disodomi oleh tersangka.

Pitra menuturkan, hingga saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman adanya kemungkinan korban lain. Karena, dalam kasus penyimpangan seksual pada anak-anak, kebanyakan korban masih malu hingga susah untuk mengaku.

Dari kasus ini polisi menyita sejumlah beberapa barang bukti, seperti celana dalam milik korban dan tersangka, karpet merah yang digunakan untuk alas tersangka saat melakukan aksinya hingga handphone milik tersangka.

“Tersangka juga terancam hukuman minimal 15 tahun penjara karena melanggar Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 junto UU RI no 23 tahun 2003,” pungkasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Baca juga: https://www.terasjatim.com/cabuli-sejumlah-pelajar-pemilik-toko-di-pasar-boyolangu-tulungagung-diciduk-aparat-polda-jatim/

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim