Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

IPSI Pacitan Turunkan 8 Pesilat Pada Festival Pencak Silat Nusantara ke-II

IPSI Pacitan Turunkan 8 Pesilat Pada Festival Pencak Silat Nusantara ke-II

TerasJatim.com, Pacitan – Gelaran Festival Seni Pencak Silat Nusantara ke-II yang digelar dalam rangka perayaan Hari Jadi Kota Madiun ke-101, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pacitan akan menurunkan 8 pendekarnya.

Mereka diantaranya, Dhaus Nur Khatami, Umar Said, Kurniana Yusuf Efendy, Duwi Purwanto Nugroho, Mohammad Masfii Al Azam, Yulia Devi Permatasari, Mustika Putri Wulandari dan Devi Agustin Estuvitasari.

Tegar Dhewangga Trenggono, Ketua Biro Seni dan Budaya Pencak Silat IPSI Kabupaten Pacitan yang sekaligus official mengatakan, sejumlah pesilat tersebut akan diberangkatkan pada hari ini, Sabtu 27 Juli 2019 siang.

“Kita berangkatnya Sabtu siang, kan mainnya malam. Kebetulan di kategori cerita itu kita nomor urut 1,” katanya kepada TerasJatim.com, Jumat (26/07/19) petang.

Dari 8 pesilat tersebut terbagi dalam 2 kategori, satu diantaranya di kategori seni tunggal, sedangkan 7 pesilat lainnya di kategori seni bercerita.

Ia menjelaskan, pada kategori seni bercerita, bukanlah merupakan sebuah drama maupun dialog. Akan tetapi, hanya gerak dan gestur saja serta lebih mengangkat karakter pada peran tersebut. “Jadi bukan drama, tapi hanya gerak dan gestur saja, untuk lebih memperkuat karakter,” jelasnya

Meski demikian, dalam festival tersebut, pihaknya tidak mentargetkan sesuatu. Namun, ia menginginkan para pesilatnya dapat belajar dan mengetahui bahwa di setiap daerah memiliki sejarah tersendiri dengan cerita-ceritanya. Terutama tentang kebudayaan, kesenian dan adat istiadat.

“Misi saya itu, paling tidak mereka bisa belajar dalam budaya dan keseniannya sendiri, supaya lebih mengetahui dan tidak lupa bahwa kebudayaan, kesenian itu sangat penting,” ujarnya.

Festival yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Wilis Kota Madiun tersebut, menurutnya cukup menarik. Terlebih, dalam festival itu mengangkat sebuah cerita tradisi dari masing-masing daerah, di samping melestarikan budaya yang telah turun-temurun.

“Festival ini sangat menarik. Karena saat kita mempelajari sejarah, kesenian, kebudayaan dan adat istiadat itu, otomatis kita akan mengetahui bagaimana hal itu terjadi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, festival seni pencak silat nusantara tersebut digelar selama 3 hari, yakni pada 25-27 Juli 2019. Dengan tujuan salah satunya sebagai wadah para seniman pencak silat untuk menyajikan karya kreatifnya dan ajang kompetisi. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim