Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hingga H-4 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Jatim Tetap Stabil

Hingga H-4 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Jatim Tetap Stabil

TerasJatim.com, Surabaya – Hingga H-4 Lebaran, harga kebutuhan barang pokok (Bapok) di pasar-pasar tradisional di Jatim, khususnya di Surabaya masih cukup stabil.

Komoditas rumpun beras premium antara Rp 10.500-11.000/kg, beras medium di pasar induk Rp 8.600/kg dan rata-rata Jatim Rp 9.600/kg.

Kepala Dinas Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan, harga beras di Jatim masih cukup terkendali dengan baik.

Menurut Drajat, untuk komoditi pabrikan seperti gula pasir masih dibawah (HRT) yakni Rp 11.500-12.000/kg, minyak goreng harganya juga stabil di kisaran Rp 11.500-12.000/liter dan tepung terigu kualitas segitiga biru Rp 8.500/kg.

Sedangkan untuk komoditi bumbu-bumbuan seperti cabe merah besar sekitar Rp 26.000/kg hanya cabe rawit merah harganya terus turun dan saat ini hanya saat ini Rp 13.000/kg. bawang merah rata-rata Rp 23.000/kg; bawang putih sinco Rp 28.000-30.000/kg dan di pasar murah Disperindag Rp 21.000-26.000/kg.

Kemudian untuk komoditi peternakan seperti daging sapi Rp 105.000- 107.000/kg, sementara harga daging ayam Rp 31.000-32.000/kg; dan telur Rp 20.000-22.000/kg. Diharapkan harga bapok di Jatim sampai pasca Lebaran tetap stabil.

Kestabilan harga bapok pada saat ini merupakan hasil kerja keras pemerintah yang sudah jauh-jauh hari menyiapkan dan mengantisifasi gejolak kenaikan harga selama enam bulan sebelum Ramadhan.

Komoditas yang menjadi perhatian pemerintah adalah sektor peternakan, pertanian, perkebunan dan sektor industri yang dupasilitasi oleh satgas Pangan Polda Jatim. Pergerakan harga yang jauh tidak terpantau oleh siskaperbapo akan dipantau oleh satgas pangan Polda Jatim bersama jajaran Polres dan Polsek.

Pemprov Jatim telah membagi tugas kalau masalah harga akan ditangani oleh Disperindag Jatim, masalah ketersedian bapok adalah dinas pertanian dan peternakan dan untuk publikasi dinas Kominfo serta untuk distribusi dtangani Dinas Perhubungan.

“Kemudian kabupaten/kota setiap harinya melaporkan pergerakan harga bapok,” pungkas Drajat. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim