Helat Konferensi III, PWI Bojonegoro Sukses Pilih Ketua Baru

TerasJatim.com, Bojonegoro – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro, Jatim, menghelat Konferensi III guna menentukan ketua dan kepengurusan baru periode mendatang, Rabu (03/23/2025).
Kegiatan reorganisasi ini dihadiri jajaran pengurus PWI Jatim, pejabat daerah, serta puluhan anggota.
Dalam laporannya, Ketua Panpel, A. Nurkozim menyebut, sebanyak 20 anggota menggunakan hak pilihnya, terdiri dari 11 anggota biasa dan 9 anggota muda.
Dari proses penjaringan yang dilakukan, muncul 3 nama bakal calon (balon) ketua, yakni Sasmito Anggoro (SuaraBojonegoro.com), Andik Setyobudi (Radio Elshinta), dan Parto Sasmito (Nawacita.co).
Setelah penjaringan nama balon ketua, kemudian dilakukan proses pemilihan yang berlangsung lancar. Hasilnya, Sasmito Anggoro meraih 6 suara, Parto Sasmito memperoleh 4 suara. Sedangkan Andik Setyobudi tidak mendapatkan suara.
Walhasil, dengan hasil perolehan suara tersebut, maka Sasmito Anggoro, yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bojonegoro itu resmi terpilih sebagai Ketua PWI Bojonegoro periode mendatang.
Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, dalam pemaparannya mendorong agar kepengurusan baru lebih aktif di semua bidang. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas melalui pelatihan jurnalistik secara berkelanjutan demi menjaga profesionalitas insan pers.
Selain itu, Lutfil juga mengapresiasi hubungan baik antara PWI Bojonegoro dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, sinergi itu jelas tercermin dari kehadiran Kadin Kominfo Heri Widodo dalam konferensi tersebut. “Peran PWI Bojonegoro sangat penting dalam pembangunan. Bojonegoro ini daerah istimewa, memiliki APBD besar, tapi sayangnya Silpa juga besar,” tukas dia
Lebih lanjut, Lutfi menyebut, Konferensi III ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam menentukan arah gerak sekaligus menetapkan figur pemimpin baru yang akan menakhodai PWI Bojonegoro ke depan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo menyatakan, bahwa konferensi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Bagi pihaknya hal ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat profesionalisme dan marwah pers di daerah.
“PWI selama ini telah menjadi rumah besar bagi wartawan, tempat pembinaan etika, peningkatan kompetensi, serta penguatan integritas jurnalistik,” ulasnya.
Kadin Komnfo juga mengingatkan tantangan pers di era digital semakin kompleks. Arus informasi yang cepat, hoaks, polarisasi media sosial, hingga menurunnya literasi masyarakat menuntut wartawan untuk semakin profesional, kritis, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Di sinilah peran PWI menjadi sangat strategis sebagai penjaga standar, penegak etika, sekaligus pengawal kualitas karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” papar dia.
Ia juga menambahkan, pihaknya sangat menghargai kontribusi wartawan di Bojonegoro yang selama ini telah menjaga keseimbangan informasi, sekaligus memberikan kritik konstruktif agar tata kelola pemerintahan semakin baik. (Saiq/Red/TJ)


