Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Harkitnas, Gubernur dan Wagub Jatim Ziarah ke Makam dr Soetomo

Harkitnas, Gubernur dan Wagub Jatim Ziarah ke Makam dr Soetomo

TerasJatim.com, Surabaya – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, melakukan ziarah ke makam dr. Soetomo, salah satu pendiri organisasi Boedi Utomo, di Jalan Raya Bubutan Surabaya, Senin (20/05/19).

Kegiatan ziarah tersebut dilakukan sesudah menggelar upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Khofifah mengingatkan, agar semua elemen masyarakat untuk senantiasa ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menjaga keinginan tersebut maka semua proses pembangunan yang direncanakan akan berjalan dengan lancar.

“Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah kita semua dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujarnya usai ziarah.

Dijelaskan, pada jaman kemerdekaan, persatuan dilakukan untuk meraih kemerdekaan dengan semangat heroik. Maka tugas generasi saat ini yakni dengan cara membangun semangat heroik. “Saat ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, sebagai bagian bangsa harus melakukan langkah afirmasi,” jelasnya.

Langkah yang dimaksud adalah memajukan pendidikan yang tertinggal, meningkatkan layanan kesehatan, dan memajukan daerah yang tertinggal. Selain itu, langkah yang harus dilakukan juga berupaya untuk menurunkan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan. “Afirmasi bertujuan dalam rangka mensejahterakan,” cetus orang nomor satu di Jatim ini.

Peringatan Harkitnas ke-111 ini, lanjut Khofifah, juga diharapkan sebagai momentum untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan dan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan. “Hari ini kita harus merajut kembali, membangun serta memompa semangat kita untuk bersama-sama bangkit melawan hal-hal itu,” jelas dia.

Menurutnya, salah satu cara melawan kebodohan adalah dengan meningkatkan derajat pendidikan, salah satunya pendidikan vokasi. Melalui pendidikan vokasi ini diharapkan para lulusannya mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian (skill). “Bila ini dilakukan dapat membantu meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita,” imbuhnya.

Selain melawan kebodohan, lanjutnya, Pemprov Jatim juga terus berupaya menurunkan angka kemiskinan terutama di pedesaan. Berbagai upaya terus dilakukan salah satunya dengan menguatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama di pedesaan. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim