Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hampir 2 Periode Menjabat, Bupati Pacitan Minta Maaf Masih Banyak Jalan Berlubang

Hampir 2 Periode Menjabat, Bupati Pacitan Minta Maaf Masih Banyak Jalan Berlubang

TerasJatim.com, Pacitan – Kondisi jalan kabupaten yang ada di Pacitan memang belum sepenuhnya baik. Karena, masih terdapat sejumlah titik jalan yang rusak dengan kondisi berlubang maupun aspal yang terkelupas. Salah satunya jalan Pentung-Jetak, tepatnya di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan.

Menurut pantauan TerasJatim.com, lubang pada jalan yang ada di Desa Jetak tersebut bisa dikatakan cukup banyak dan bervariasi, dengan lebar sekitar 1-2 meter lebih dan kedalaman sekitar 10-15 centimeter. Bahkan, jarak antara lubang yang satu dengan yang lainnya berdekatan, sehingga cukup menyulitkan bagi pengguna jalan yang melintas.

Menurut keterangan Aris (35), seorang sales pemotor yang hampir setiap hari melintas di jalan tersebut mengatakan, kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan sudah bertahun-tahun belum ada perbaikan.

“Sejak 2015 lalu saya melintas di sini (Jalan Pentung-Jetak), belum ada perubahan, jalan banyak lubangnya, cuma ditambal cor dan urug (timbunan), tapi sudah banyak yang rusak. Kalau di Kecamatan Tulakan rata-rata jalannya banyak yang rusak dan bukan di jalan ini saja,” katanya kepada TerasJatim.com, beberapa waktu lalu.

Senada, Sobari (40), warga setempat mengatakan, jika jalan di desanya tersebut memang rusak. Namun hingga saat ini semakin parah dan belum ada tanda-tanda ada perbaikan. “Warga sangat berharap jalan ini segera diperbaiki. Kasihan beberapa waktu lalu ada anak sekolah yang melintas di sini terjatuh. Apalagi kalau ada Ibu-ibu hamil lewat sini,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Marjuni, Kepala Desa Jetak mengatakan, bahwa kondisi jalan berlubang tersebut sebenarnya sudah disampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pacitan, karena jalan kabupaten merupakan kewenangan Pemkab.

“Kata Pak Kadis PUPR, jalan ini sudah dianggarkan sampai Pasar Desa Jetak. Tapi belum lama ini memang diaspal, cuma dapat sekitar 150 meter, yang dimulai dari Jalur Lintas Selatan (JLS) dan belum ada keterangan bagaimana selanjutnya,” ujarnya.

Marjuni menceritakan, jalan Pentung-Jetak mulai di hotmix aspal pertama kali pada waktu masa Bupati Sujono yang kemudian diteruskan oleh H.G. Soedibjo. Ia menyebut selama hampir dua periode Bupati Indartato menjabat, pemeliharaan jalan baru mendapat perbaikan hampir 400 meter.

“Awal hotmix aspal itu waktu Pak Bupati Suyono mulai Pentung-Jetak. Dan selama Pak Indartato (Bupati Pacitan sekarang) menjabat, baru dapat pemeliharaan aspal sekitar 200 meter dulu, dan ditambah 150 meter belum lama ini. Kalau cuma segitu-gitu saja sampai akhir masa jabatan pak In ya tidak bakalan tuntas sampai Desa Nglaran,” ungkapnya.

Pihaknya mewakili masyarakat setempat sangat menyayangkan akan hal tersebut. Terlebih, sebentar lagi mengahadapi mudik lebaran, karena banyak sanak keluarga yang akan pulang kampung dan membawa kendaraan pribadi.

“Kalau yang urug (timbunan) dan cor semen sedikit-sedikit di tanjakan, itu swadaya murni dari masyarakat. Dan itu dikerjakan pas bulan Puasa, malam hari tahun lalu biar keluarga yang mau balik kampung sedikit nyaman, sekarang sudah banyak yang rusak,” terang Marjuni.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pacitan Indartato menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, karena masih terdapat jalan kabupaten yang memang kondisinya belum baik atau rusak dan belum tertangani.

“Jadi, jalan-jalan (kabupaten) yang memang belum ditangani pemeliharaannya, saya mohon maaf kepada masyarakat,” ujarnya, kepada TerasJatim.com, di sela-sela akan menghadiri safari Ramadhan di Tegalombo, Senin (13/05/19) sore.

Indartato berkeinginan, semua jalan kabupaten bisa di aspal dengan baik atau ada pemeliharaan. Akan tetapi karena terbatasnya anggaran yang dimiliki, sehingga pemeliharaan jalan tersebut dilakukan secara bertahap.

“Yang jelas ingin saya itu segera semua diaspal, tapi karena kemampuan anggaran yang kita punyai, sehingga secara bertahap. Bagaimana caranya lubang-lubang ini bisa kita benahi. Mudah-mudahan apa yang telah diprogamkan segera terealisasi. Dana-dana ini kan belum ditender sebagian, sehingga masalah yang kita hadapi adalah itu,” ungkapnya.

Indartato menambahkan, sebenarnya Pemkab Pacitan telah berupaya semaksimal mungkin, bagaimana caranya jalan-jalan di poros kabupaten tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat Pacitan khususnya.

“Tapi kendala yang kita hadapi dana yang tersedia terbatas, sehingga ada skala prioritas. Hanya masalahnya kadang-kadang cuma terlalu lama juga menanti, jadi kalau rakyat menghendaki segera diaspal adalah hal yang wajar, karena tugas pemerintah melayani masyarakat,” imbuhnya, tanpa menyebut jumlah besaran anggaran. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim