Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hadiri Puncak Festival Kali Bersih, Bupati Blitar Ajak Warga Rawat dan Jaga Sungai

Hadiri Puncak Festival Kali Bersih, Bupati Blitar Ajak Warga Rawat dan Jaga Sungai

TerasJatim.com, Blitar – Puncak festival kali bersih tahun 2019 di Kabupaten Blitar, digelar di lapangan Desa Tawangrejo Kecamatan Binangun, Sabtu (27/04/19) mulai pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama Bupati Blitar, kemudian penanaman secara simbolis, dan susur sungai di kawasan konservasi Badher Bank ini dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret, dan Hari Bumi tanggal 22 April. Sementara tema peringatan tahun ini adalah “Lestarikan Bumi dan Air Untuk Kehidupan”.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Sedangkan bumi merupakan rumah tempat tinggal. Oleh karena itu, pesan lingkungan tidak henti-hentinya digaungkannya kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Blitar.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk kembali mengingat fungsi penting sungai sebagai sumber kehidupan, sehingga wajib menjaga dan merawat sungai dari sampah, agar sungai tidak dijadikan sebagai saluran limbah. “Tahun lalu, kita berhasil mendapat penghargaan Adipura kategori kota kecil. Tentunya prestasi tersebut patut dibanggakan mengingat prestasi itu diraih dengan kerja keras semua pihak. Oleh karena itu upaya mempertahankan dan menjaga kebersihan wilayah di Kabupaten Blitar melalui pengelolaan sampah harus terus ditingkatkan, terlebih dalam upaya pengurangan sampah plastik,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, untuk mengurangi sampah pihaknya sudah melakukan berbagai langkah, diantaranya menargetkan pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga sampai dengan tahun 2025 sebesar 30 persen. Sedangkan target penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga sampai dengan tahun 2025 sebesar 70 persen.

“Selain itu, upaya pengendalian dan pengurangan sampah plastik telah saya terbitkan melalui Surat Edaran tentang pengurangan kantong plastik dan sedotan. Surat edaran ini ditujukan kepada pemilik toko modern, pasar tradisional, restoran, maupun masyarakat di Kabupaten Blitar. Kita himbau agar masyarakat membawa kantung belanja sendiri ketika belanja dipasar modern maupun tradisional. Untuk pasar modern maupun tradisional masih boleh menyediakan plastik tetapi berbayar. Sedangkan rumah makan, restoran, dan cafe harus membatasi penggunaan sedotan plastik,” jelasnya.

Orang nomor satu di Pemkab Blitar ini menegaskan, ASN dan karyawan-karyawati di lingkup Pemkab Blitar juga diberikan beberapa instruksi, diantaranya agar membatasi penggunaan air minum dalam kemasan dan peralatan makan minum sekali pakai, mengurangi timbulan sampah terutama plastik pada saat kegiatan rapat atau pengumpulan massa, melaksanakan kegiatan pemilahan sampah di rumah dan kantor, serta wajib menjadi anggota bank sampah.

“Saya menekankan seluruh Camat, Kades, dan Lurah untuk mengelola sampah di wilayah dengan benar, membentuk bank sampah di setiap dusun, kurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai, membiasakan membawa tempat minum isi ulang, dan memilah sampah rumah tinggal masing-masing,” tandasnya.

Bupati menambahkan, kesuksesan Desa Tawangrejo bersama Pokmaswar Fajar Bengawan dalam menggugah kesadaran masyarakat akan fungsi sungai dengan hadirnya kawasan konservasi Badher Bank yang mana selanjutnya berkembang menjadi kawasan ekowisata, perlu direplikasi didaerah lain, baik sungai brantas atau anak sungainya sehingga dapat berkembang diseluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Krisma Triatmanto mengatakan, festival kali bersih ini digelar di 2 tempat, yakni Desa Tawangrejo Kecamatan Binangun dan Desa Jugo Kecamatan Kesamben mulai 22 – 28 April 2019. Selain itu kegiatan bersih-bersih kali juga dilakukan di Desa Soso Kecamatan Gandusari.

“Jadi dengan adanya festival kali bersih diharapkan dapat menggugah keprdulian masyarakat terkait pentingnya sungai. Jangan sampai sungai menjadi tempat pembuangan sampah sehingga mencemari lingkungan,” imbuhnya.(Adv/Mfh)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim