Embung, Menjadi Harapan Wong Tani

Embung, Menjadi Harapan Wong Tani

TerasJatim.com, Bojonegoro – Program pembangunan embung penampungan luapan air musim penghujan yang digagas Pemkab Bojonegoro terbukti mampu meringankan kebutuhan air warga saat kekeringan seperti sekarang ini.

Meski belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan air warga, setidaknya embung-embung yang dibangun itu bisa membuat sumur-sumur warga yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan embung masih mengeluarkan air.

Rodok lumayan sejak ada embung itu. Selain bisa dimanfaatkan untuk pengairan musim tanam padi kedua, air embung juga membuat sumur-sumur tetap nyumber pada musim kemarau ini,” ujar Awaludin, warga Desa Woro, Kepohbaru.

Makanya Pemdes Woro tahun ini mengajukan pembangunan embung kedua yang di tempatkan di tanah solo valley yang berada di sebelah barat desa bertepatan di areal persawahan warga.

“Kalau ada banyak embung tentu banjir langganan tahunan akan terkendali karena air dimasukkan embung. Soalnya, walaupun jauh dari nggawan, daerah sini juga selalu banjir.  Sebab sungai jurusan nggawan nggak mampu menampung air bila puncak musim penghujan tiba,” lanjut dia, di lokasi garapan embung desanya.

Ia dan sejumlah warga lain juga meyakini jika hal itu terwujud kemungkinan besar petani bisa panen tiga kali dalam setahun lantaran kebutuhan air tercukupi.

Eh, ndahneo ada lima embung atau lebih tiap desa, kiro-kiro wong kene yo iso nyaingi areal pinggir nggawan. Banyu banjir ditampung terus dipakai untuk arealan, masio tigo rak-rak yo tetep iso panen pari tenan mas,” sahut warga lainnya yang sedari tadi menjadi pendengar setia. (Saiq/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim