Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dinilai Hina Mendiang Mbah Moen di Medsos, Pemuda asal Donomulyo Malang Diamankan

Dinilai Hina Mendiang Mbah Moen di Medsos, Pemuda asal Donomulyo Malang Diamankan

TerasJatim.com, Malang – Diduga menghina mendiang Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen di media sosial Facebook, Fulvia Daffa Umarela Wafi (20), warga Kedungsalam, Donomulyo, Kabupaten Malang diamankan aparat kepolisian setempat.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, pemilik akun facebook ‘Ahmad Husein’ ini diamankan untuk diperiksa guna menindaklanjuti laporan atas perkara ujaran kebencian.

Selain terlapor, sambung Komang, pihaknya juga meminta keterangan pelapor sebagai saksi pelapor.

“Status Daffa masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik apakah memenuhi unsur untuk disangkakan perkara ujaran kebencian. Penyidik tengah mengumpulkan bukti, dan dokumen serta keterangan saksi,” jelas Komang, seperti dilansir Tempo, Sabtu (10/08/19).

Komang menambahkan, jika terbukti, Daffa dapat dijerat Pasal 156 KUHP Jo Pasal 28 juncto 45 UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun. “Konten yang ada unsur ujaran kebencian. Penyelidikan intensif satu kali 24 jam,” katanya.

Saat ini penyidik masih menentukan dan mencari alat bukti untuk menemukan unsur pidananya. Sedangkan mengenai konten yang telah dihapus, penyidik bakal bekerjasama dengan pakar teknologi informasi. “Akan dicoba penyelidikan dengan IT,” imbuh Komang.

Bukti yang diterima polisi sementara ini diperoleh dari pelapor. Terdiri dari cetakan tangkapan layar mengenai foto profil dan status yang diunggah.

Sementara itu, salah seorang pelapor yakni Ketua Barisan Gus Dur, Dimas Lokajaya mengatakan, permintaan maaf dari pelaku tak menghapus unsur pidana. Laporan kasus itu, katanya, terus jalan dan harus dibuktikan di pengadilan. “Perkara pidananya tetap jalan,” katanya.

Sebelumnya, Daffa mengunggah status pada 7 Agustus 2019, bertulis, “turut bersuka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zubair. alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang M (salah satu ormas, red), gak ada gunanya berduka atas kematian orang NU.”. Status yang diunggah Daffa tersebut membuat reaksi warga di Kota Malang. (Kta/Red/TJ/Foto: Okezone)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim