Dinas PU PJJ Bina Marga Jatim ‘All Out’ Tangani Jalan Provinsi di Pacitan

TerasJatim.com, Pacitan – Pemerintah provinsi melalui Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, punya komitmen bagaimana jalan provinsi yang ada di Kabupaten Pacitan laik. Belasan miliar dikucurkan untuk pelebaran hingga pelapisan ulang jalan di kota dengan sebutan lain 1001 gua.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan, DPU Bina Marga Provinsi Jatim, Budi Harisantoso mengatakan, dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, Pemprov Jatim telah mengalokasikan tambahan dana Rp7 miliar, untuk pelebaran ruas jalan Arjosari–Purwantoro batas Jateng.
“Anggaran itu dialokasikan untuk pekerjaan berkala jalan provinsi di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, dan overlay di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar,” ujarnya, Selasa (04/11/2025).
Untuk di Desa Tokawi, lanjut dia, pembuatan bahu jalan kanan kiri akan diperkeras. Panjang pekerjaan itu tercatat 2,5 kilometer, dengan lebar masing-masing 1,25 meter, atau total kanan kiri 2,5 meter. Sehingga, dari semula lebar jalan 3,5 meter menjadi 6 meter.
“Tahun depan baru kita overlay yang Desa Tokawi, setelah kita cor beton kiri kanan. Ditambah bangunan pelengkap seperti tembok penahan, saluran (air) diperkeras dan gorong-gorong,” katanya.
Sedangkan untuk di Desa Jeruk, yakni overlay atau pelapisan ulang, menurutnya pekerjaan tersebut sudah seperti yang dipersyaratkan, karena perkerasan jalan itu sudah berusia 5 tahun lebih. “Bahkan sekarang sudah berumur 9 tahun. Walaupun masih kelihatan bagus, tapi sudah melebihi umur dari yang disyaratkan, minimal 5 tahun,” terangnya.
“Proges pelebaran jalan Arjosari-Purwantoro di tahun ini bertambah sekitar 2,5 kilometer, dan lebar 6 meter. Kita upayakan tahun depan diaspal, dengan catatan anggaran tersedia. Untuk Pacitan Insya Allah all out (pembangunan jalan provinsi),” sambung Budi, yang merupakan putra asli Pacitan.
Di tempat lain atau jalan raya Pacitan-Ponorogo, lanjut dia, juga terdapat pelapisan ulang, yakni jalan provinsi di Desa Ploso dan Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, dengan panjang 3,5 kilometer. “Itu anggarannya Rp5 miliar, karena memang kondisi perkerasannya sudah aus dan sudah waktunya diberkalakan atau dilapis ulang,” terang Budi.
Di samping itu, perihal pelurusan jalan provinsi di Kecamatan Tegalombo, pemerintah melalui Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, pada November ini akan ada pembayaran ganti rugi kepada sejumlah pemilik lahan.
“Untuk ganti rugi lahan trase jalan pelurusan irung petruk di Desa Pucangombo, kita sudah membebaskan 5-6 pemilik lahan. Insya Allah bulan ini pembayaran ganti rugi. Namun untuk fisiknya baru diusahakan tahun 2026. Yang jelas, lahan tahun ini kita upayakan sudah bebas,” katanya.
“Kalau anggaran (pembebasan lahan) tidak sampai Rp1 miliar. Memang tidak panjang, hanya ratusan meter, tapi harapannya bisa mengurangi jarak tempuh Pacitan-Ponorogo,” lanjutnya.
Budi menambahkan, memasuki musim penghujan ini pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dalam berkendara di jalur provinsi, mengingat di beberapa titik acap terjadi gunturan hingga longsor.
Namun demikian, sejumlah alat berat telah disiagakan di jalur provinsi yang ada di Pacitan. “Untuk antisipasi saat musim hujan, kita sudah siapkan 3 wheel loader. Sudah standby, di arah Nawangan dan Tegalombo,” tukasnya. (Git/Kta/Red/TJ)


