Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Didampingi Pangdam, Gubernur Jatim Resmikan Pelaksanaan TMMD ke-106 di Sidoarjo

Didampingi Pangdam, Gubernur Jatim Resmikan Pelaksanaan TMMD ke-106 di Sidoarjo

TerasJatim.com, Sidoarjo – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 di lapangan Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (02/10/10).

Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Khofifah yang didampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi dan Bupati Sidoarjo Saiful Illah.

Saat membuka TMMD, Khofifah mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Hal itu disampaikannya mengingat bangsa Indonesia saat ini sedang diuji.

Salah satunya, terjadinya aksi mahasiswa dan komponen masyarakat yang menolak pengesahan sejumlah RUU dan gejolak yang terjadi Papua saat ini. “Mari rekatkan persatuan dan kesatuan. Jangan terprovokasi maupun terpecah satu sama lain,” imbuhnya.

Terkait kegiatan TMMD Jabon ini, ia menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran TNI bersama rakyat merupakan bukti bahwa TNI bagian dari rakyat. “Karena proses ini juga melibatkan masyarakat termasuk elemen-elemen strategis di tingkat desa. Dan lebih dari itu, harus sering membangun intensitas komunikasi dengan seluruh kalayak,” tambah Khofifah.

Di tempat yang sama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI, R Wisnoe Prasetja Boedi menyampaikan, TMMD tersebut merupakan yang ke-106. Menurutnya, program TMMD merupakan budaya bangsa. “Kegiatan TMMD ini merupakan budaya bangsa untuk sarana komunikasi untuk gotong-royong bersama masyarakat. Sementara untuk kepentingannya untuk kemanunggalnya TNI bersama masyarakat,” jelas Wisnoe.

Wisnoe menambahkan, TMMD ini menyentuh fisik dan non fisik. “Jadi situasi yang kita hadapi sekarang ini salah satunya adalah bagaimana kita harus memperkuat integrasi bangsa. Dalam kegiatan ini kita ajak masyarakat untuk jangan sampai memberi ruang bagi siapa saja yang ingin mengadu domba kita,” kata Mayjend TNI Whisnoe PB.

TMMD ke 106 yang dilakukan di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo ini terdapat 6 sasaran fisik dan 2 saran fisik tambahan. Sasaran fisik pertama adalah kegiatan peningkatan jalan beton dan pembangunan jembatan.

Selain itu pembangunan fisik juga dilakukan dengan pemasangan PJU di 30 titik, pembangunan plengsengan avur di Desa Kupang, pembangunan jalan paving, renovasi sekolah serta kegiatan merenovasi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni dan menyediakan sarana sanitasi pemukiman warga.

Dalam kegiatan rehabilitasi sekolah, yang menjadi sasaran adalah SDN Kupang. Sekolah ini menjadi sasaran lantaran setiap hujan, sekolah ini mengalami banjir, becek dan membuat siswa tidak nyaman dalam belajar.

Selain itu, juga ada sasaran non fisik sebanyak 16 titik, diantaranya membantu masyarakat dalam pelatihan mengolahan sampah, memberikan bantuan alat pencacah sampah, bantuan motor pengangkut sampah, pengobatan gratis dan bantuan alat fogging serta sepeda motor untuk dai.

“TMMD adalah nilai-nilai budaya bangsa, nilai-nilai gotong-royong yang saat ini sudah makin memudar. Dalam kegiatan ini TNI tinggal di rumah-rumah penduduk. Ini sarana kita bagaimana untuk bisa lebih menyatu dengan masyarakat,” ucap Whisnoe.

Kegiatan TMMD tersebut serentak dilakukan di 4 kabupaten lain di Jatim, yakni di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo. (Jnr/Ah/Red/TJ/

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim