Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Di Pasar Ikan Lamongan, Harga Bandeng Anjlok Hingga Rp2 ribu Perkilonya

Di Pasar Ikan Lamongan, Harga Bandeng Anjlok Hingga Rp2 ribu Perkilonya

TerasJatim.com, Lamongan – Anjloknya harga ikan di sejumlah pasar di Jatim, dikeluhkan oleh peternak ikan (petambak) dan pedagang. Salah satunya para pedagang di Pasar Ikan Lamongan. Mereka mengeluh karena harga ikan turun drastis. Seperti ikan bandeng yang harga normalnya Rp10 ribu perkilogram, kini hanya dijual Rp2 ribu perkilonya.

“Harga sekarang turun terlalu murah. Bandeng yang biasanya normal Rp10 ribu atau minimal paling rendah Rp8 ribu, tapi sekarang hanya Rp 2 ribu. Bahkan kemarin harganya cuma Rp1.500 perkilonya. Pastinya petani (petambak, red) ini kan rugi,” kata Sumarni, perempuan pedagang di Pasar Ikan Lamongan, Kamis (13/06/19).

Tak hanya harga ikan bandeng yang anjlok. jenis ikan lain seperti tombro kini juga harganya turun drastis. Jika normalnya sekitar Rp15-18 ribu perkilonya, kini hanya dijual Rp5 ribu perkilogram. Ikan gabus atau kutuk, kini dijual sekitar Rp20 ribu dan maksimal Rp25 ribu perkilogram. Padahal, kata dia, harga normal sekitar Rp30 ribu perkilonya.

Anjloknya harga ikan itu, kata dia, membuat petani dan pedagang ikan merugi. Pasalnya, untuk biaya pakan selama ternak, ongkos kirim ke pasar ikan dan biaya kuli angkut cukup mahal. “Hasil penjualan ikan untuk bayar kulinya sama kirim saja sudah habis. Jadi kita gak dapat untung malah rugi. Bahkan ada yang panen ikan dan dibagikan gratis biar gak tambah rugi,” keluh wanita yang mengaku sudah 20 tahun berjualan ikan tersebut.

Terkait hal itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, berkesempatan mengunjungi Pasar Ikan Lamongan, Kamis (13/06/19) siang.

Saat berbincang dengan sejumlah pedagang, Khofifah berjanji akan berupaya secepatnya menormalkan kembali harga ikan. Menurut Khofifah, turunnya harga ikan kali ini disebabkan adanya over suplai dan panen dini karena akan memasuki musim tanam padi.

Selain itu, Khofifah melihat ada kebutuhan yang mendesak untuk mengantisipasi kelebihan stok, salah satunya adalah pentingnya cold storage (mesin pendingin) untuk menyimpan ikan.

“Jika ada cold storage di setiap tempat pelelangan ikan maka saat over suplai, ikan masih bisa disimpan. Cold storage ini bisa di tempat pelelangan ikan Lamongan atau Probolinggo, karena kemarin Walikota Probolinggo juga mengeluhkan harga ikan juga yang anjlok,” ungkapnya.

Khofifah mengaku, pihaknya juga akan segera melakukan kunjungan ke perusahaan yang berbasis ikan untuk melihat daya serap ikan agar bisa terjadi normalisasi harga ikan. Dengan solusi ini, diharapkan agar harga ikan di pasar tetap stabil. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim