Curah Hujan Tinggi, Petani di Situbondo Rugi Besar

Curah Hujan Tinggi, Petani di Situbondo Rugi Besar

Terasjatim.com, Situbondo – Akibat intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, sejumlah lahan pertanian di beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo Jatim, terendam air. Akibatnya para petani mengalami kerugian besar.

Sedikitnya ada tiga lahan pertanian di Kecamatan Bungatan, Mlandingan dan Kapongan, yang masih akan berpotensi mengalami banjir. hal ini lantaran wilayah tersebut terletak di daerah rendah. Selain itu dimungkinkan saluran irigasi di lahan pertanian tidak cukup untuk membuang luapan air.

Usman, petani, warga Desa Landangan Kecamatan Kapongan, Situbondo mengungkapkan, akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari ini 5 hektar tanaman padi miliknya rusak terendam air.

“Intenaitas hujan setiap harinya meningkat. Ada sekitar 5 hektare tanaman padi punya saya digenangi air sehingga padi rusak terpaksa saya rugi besar mas,” ungkapnya kepada TerasJatim.com, Kamis (28/12).

Hal yang sama dituturkan oleh Midon, petani asal Desa Blitok Kecamatan Bungatan Situbondo. Ia megaku memiliki sekitar 13 hektare tanaman padi miliknya yang tinggal hitungan hari akan dipanen rusak dan gagal panen.

Sementara, Kepala  Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo Farid Kuntadi menjelaskan, tidak dipungkiri hujan deras yang mengguyur beberapa hari ini bisa membuat sejumlah lahan pertanian di beberapa wilayah  yang tenggelam.

“Kami imbau agar petani bisa mengatur jadwal kegiatan tanamnya serta mengatur strategi agar jangan sampai gagal panen yang mengakibatkan kerugian besar,” jelas Farid.

Menurutnya, beberapa minggu terakhir cuaca tidak menentu. Kadang beberapa hari hujan terus menerus kemudian cerah dan terasa panas. Sejatinya kebutuhan air di saat musim tanam pertama pada saat ini cukup besar, akan tetapi jika terlalu berlebihan juga tidak baik bagi tanaman.

“Beberapa hari terakhir hujan cukup deras, limpahan air pun tidak bisa dipungkiri akan menggenang di bebarap lahan pertanian yang sudah ditanami sehingga tak jarang petani di beberapa wilayah akan gagal tanam atau gagal panen,” imbuhnya.

Mengenai jumlah lahan pertanian yang terendam banjir, pihaknya menyebukan sekitar kurang lebih 100 hektare, dari total lahan pertanian di wilayah bKecamatan Bungatan. Rata-rata tanaman padi yang tenggelam berumur dari 15 – 21 hari.

Lebih jauh Farid mengatakan, tindakan sudah dilakukan oleh beberapa kelompok tani dengan mengadakan pompanisasi untuk mengurangi genangan yang ada. Kendala yang terberat adalah saluran pembuangan yang kurang memadai sehingga perlu diadakan pengerukan saluran  yang mampu memperlancar pengairan di lahan-lahan pertanian tersebut.

“Kebutuhan pengerukan saluran irigasi terlihat sangat mendesak, sehingga tidak bisa ditunda-tunda lagi agar kejadian seperti ini untuk tahun depan tidak terulang lagi”, pungkasnya. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim