Berpacu Dengan Banjir, Petani Areal ‘Gupuh’ Garap Lahan

Berpacu Dengan Banjir, Petani Areal ‘Gupuh’ Garap Lahan

TerasJatim.com, Bojoneegoro – Seolah berpacu dengan waktu, para petani di sepanjang bantaran sungai bengawan solo yang baru saja mereguk legit-nya hasil panen padi yang harganya lumayan tinggi kini nampak ‘gupuh‘ mulai menggarap sawah mereka kembali.

Di sepanjang sawah areal yang terbentang, para petani terlihat sibuk membuat tempat persemaian padi. Pengusaha areal juga bersiap mengairi lahan-lahan sawah yang sebagian mulai ditraktor.

“Memang harus segera dilakukan pengolahan lahan, mumpung musim labohan (penghujan) masih belum tiba,” ujar Sutiono, salah satu pengelola lahan sawah areal di Desa Kedungprimpen, Kanor, Selasa (6/10).

Menurutnya, jika pengolahan tidak dilakukan secepatnya dikhawatirkan saat panen padi lahan areal masa tanam kedua ini kedahuluan banjir bengawan tahunan. Ia menyebut, kalau sampai kedahuluan banjir maka dipastikan petani akan gagal panen. “Usia tanam padi hingga panen kan sekitar tiga bulan, jadi kalau bisa menanam sekarang kemungkinan padi sudah panen sebelum datang banjir yang biasanya datang pada awal tahun,” lanjutnya.

Beberapa petani yang sempat ditanya juga menjawab senada. Mereka rata-rata gupuh mengolah lahan karena perhitungan situasi dan kemungkinan banjir. Karena dari banyak pengalaman sebagai warga bantaran bengawan solo, yang airnya setiap tahun selalu meluap. “Bukan karena mesoso atau kedonyan pak, tapi memang kami harus secepatnya menanam padi kembali guna menghindari kemungkinan banjir tahunan itu,” tutur Arif, petani di Desa Pilang Kecamatan Kanor.

Para petani mengaku untuk masa tanam saat ini, mereka menggunakan benih padi dengan usia yang relatif pendek kurang yang dari tiga bulan bisa dipanen guna mengantisipasi datangnya banjir lebih awal. (Saiq/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim