Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Banyak Pemandangan Wisata, Pemudik Diminta Gunakan Jalur Pantai Selatan Jatim

Banyak Pemandangan Wisata, Pemudik Diminta Gunakan Jalur Pantai Selatan Jatim
Jalur Selatan Trenggalek - Panggul - Pacitan, Jawa Timur. (doc: uncommonlygenius)

TerasJatim.com – Sebagai upaya untuk mengurangi beban kendaraan di jalan utama Pantai Utara (Pantura), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Surabaya menawarkan alternatif lain kepada masyarakat agar menggunakan jalur Pantai Selatan (pansela) saat mudik Lebaran.

Kepala BBPJN Wilayah III Surabaya Ketut Darmawahana saat mengatakan, jalur di Pansela juga menyuguhkan pemandangan wisata yang cukup bagus untuk dinikmati sembari mudik libur Lebaran. “Sebagai tempat rekreasi juga bagus karena banyak wisata pantai yang disajikan selama menggunakan jalur tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini di jalur Pansela masih belum sepenuhnya tersambung, tetapi untuk beberapa wilayah sudah bisa dilewati sebagai jalur mudik Lebaran. “Seperti di wilayah Pacitan, Trenggalek dan juga di Lumajang sebagian sudah mulai tersambung,” katanya, Kamis (23/05/19).

Ia mengatakan, dari total 680 kilometer jalan yang direncanakan, sebanyak 380 kilometer di antaranya sudah tersambung dan bisa dimanfaatkan untuk jalur mudik Lebaran. “Harapannya jalan alternatif bisa digunakan untuk mengurangi beban di jalan utama,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penggunaan jalan tol, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim dan juga dari Dinas Perhubungan Jatim, terutama yang ada di pintu keluar tol Karanglo Malang.

“Kami mendapatkan informasi kalau nantinya akan ada rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan di wilayah itu. Termasuk juga adanya perataan bangunan yang menyebabkan menyempitnya ruas jalan dari Malang menuju ke Surabaya,” katanya.

Ia menambahkan, selama Lebaran ini pihaknya sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari beberapa pos komando. “Pos komando itu juga bisa bergabung dengan pos komando milik lalu lintas dan juga dari Dinas Perhubungan supaya tidak bertumpuk,”pungkasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim