Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Astek On GGO Ajak Media di Bojonegoro Amankan Proyek JTB dan Banyuurip

Astek On GGO Ajak Media di Bojonegoro Amankan Proyek JTB dan Banyuurip

TerasJatim.com, Bojonegoro – Asosiasi Tenaga Kerja Oil n Gas Bojonegoro ( Astek On Ggo) menggelar acara media gathering bersama wartawan sejumlah media lokal/regional setempat pada Minggu (22/09/19) siang.

Acara yang dihelat di salah satu hotel di Kecamatan Kalitidu Bojonegoro Jatim itu selain untuk menjalin hubungan baik dengan para awak media juga mengajak turut serta menjaga proyek gas JTB dan Blok Banyuurip melalui pemberitaan yang berimbang kepada halayak.

“Kami siap menjaga industrialisasi migas di Bojonegoro. Saat ini PEPC dan Exxon atau operator migas sudah maksimal dalam penyerapan tenaga kerja lokal khususnya di ring satu,” kata Kamaludin, ketua panitia yang juga sekretaris Astek On GGO saat sambutan.

Oleh karenanya, sambung dia, kita harus menjaga proyek nasional ini sampai tuntas dari gangguan oknum yang tidak paham skema pembangunan nasional terutama bidang migas.

Dalam media gathering Astek On GGO kali pertama ini, panitia 
menghadirkan 4 narasumber yang berkompeten di bidang jurnalistik dan pengelolaan media. Salah satunya adalah wartawan kawakan asli Bojonegoro, yakni Slamet Agus Sudarmodjo.

Sebagai nara sumber, kali ini Mbah Aguk -sapaan akrabnya- mengupas tentang profesi wartawan yang sejatinya amat mulia. Namun demikian, ia mengingatkan semuanya tetap tergantung perilaku dari sang wartawan itu sendiri.

“Apakah profesi wartawan itu mulia? Ya, pekerjaan wartawan itu mulia. Apakah wartawannya atau saya yang bekerja sebagai wartawan ini mulia? Sulit untuk menjawabnya, karena tergantung perilaku kita,” ujar dia.

Kendati begitu, Mbah Aguk mengingatkan, bahwa bekerja menjadi wartawan itu adalah pilihan, bukan sekadar pelarian ketimbang nganggur tidak punya pekerjaan.

“Menjadi wartawan itu adalah pilihan, jadi harus benar-benar didalami dan sesuai kaidah jurnalistik asal-asalan,” paparnya lebih lanjut.

Ia menambahkan, jika bekerja sebagai wartawan sesuai tata aturan yang sesuai kaidah, maka derajat wartawan itu bisa setara malaikat atau setidaknya manusia pilihan, namun kalau sebaliknya maka bisa menjadi syetan.

“Menjadi wartawan harus profesional dan bisa menjadi guru masyarakat sekitar, karena tugas wartawan itu selain memberikan informasi layak kepada masyarakat juga memberikan edukasi,” terangnya lagi.

Sekadar diketahui, dalam media gathering ini Astek On GGO juga mengadakan lomba karya tulis seputar kegiatan tersebut. Berdasar hasil penjurian yang dilakukan 4 narasumber, karya tulis wakil dari terasjatim.com terpilih menjadi salah satu dari 6 pemenang yang diumumkan sesaat sebelum acara usai. (Iiq/Red/TJ

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim