Arema Krisis Pemain Belakang

Arema Krisis Pemain Belakang

TerasJatim.com, Malang – Lupakan euforia kemenangan Arema Cronous atas Bali United Sabtu malam (19/9). Singo Edan kini menghadapi dua krisis yang bisa merepotkan di leg ke dua babak delapan besar Piala Presiden 27 September nanti . Tim asuhan Joko “GETHUK” Susilo didera krisis defender sekaligus krisis kartu kuning.

Terkait krisis kartu kuning pelatih Arema Joko “GETHUK” Susilo menyebut. “ada tujuh pemain yang kini sudah mengoleksi satu kartu kuning, di antaranya Dendi Santoso, Arif Suyono, Juan Revi, Kurnia Meiga, Ferry Aman Saragih, Fabiano Beltrame dan Samsul Arif Munil,” kata Gethuk kepada Reporter TerasJatim.com saat latihan di Stadion Gajayana Malang kemarin sore.

Tujuh pemain tersebut sama-sama mengoleksi kartu kuning, dari tiga laga babak penyisihan dan sekali laga delapan besar Piala Presiden. Meskipun belum ada yang terkena akumulasi, kartu kuning ini jadi problem krusial buat Arema. Sebab, hal tersebut bisa mempengaruhi psikologi pemain jelang laga panas leg  ke dua lawan Bali United.

Karena mengantongi kartu, pemain bisa-bisa kurang lepas saat bertanding di leg dua. Mereka semua ingin main hingga babak final Piala Presiden. Kartu kuning, bakal jadi ganjalan tersendiri buat mental Arema. Meski demikian, Gethuk meyakini pemain Arema bisa mengatasi problem mental kartu kuning.

“Setiap pemain selalu mengingat ingat tulisan besar yang ada di ruang ganti. Setiap pertandingan adalah final. Jangan berpikir soal kartu, tapi berpikir bagaimana caranya membantu TIM meraih kemenangan. Kita terus mendorong pemain, agar fokus sepenuhnya pada pertandingan saja,” sambung Gethuk.

Selain problem kartu, Arema sekaligus menghadapi krisis defender. Sorotan kini sedang diarahkan pada minimnya pemain belakang Arema. Fabiano Beltrame, yang jadi tulang punggung, sudah mengoleksi satu kartu. Terkait problem defender, Fabiano harus tetap bisa bermain hingga babak final.

Sebab sudah tidak ada lagi pelapis yang bisa bermain sebagai center back. Suroso sedang dalam masa pemulihan. Andai Suroso sembuh pun, masalah tidak selesai begitu saja. Pelatih harus bisa memberikan intruksi buat Fabiano dkk agar tampil baik tanpa bikin pelanggaran yang memicu kartu kuning tambahan.

Meski demikian, Gethuk percaya pada seluruh pemain Arema. “Saya percaya pada semua pemain saya. Kalaupun ada yang absen, pasti akan ada pemain yang siap menggantikan. Tapi, kita tidak boleh berpikir kesana dulu. Kita fokus pada laga leg ke dua saja,” tutur mantan pemain Arema Galatama ini.

Lalu, apakah ada peluang untuk menambah kekuatan di lini belakang ? Apakah ada kemungkinan untuk transfer pemain baru ? Gethuk mengaku masih belum memikirkan hal tersebut. Sebab, ada regulasi Piala Presiden yang menyebut bahwa transfer dan pendaftaran pemain maksimal dilakukan 20 Agustus lalu. (anas/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim