Aksi Teror di Mulyorejo Jember, Belasan Orang Diamankan, 9 Pelaku Resmi Tersangka

Aksi Teror di Mulyorejo Jember, Belasan Orang Diamankan, 9 Pelaku Resmi Tersangka

TerasJatim.com, Jember – Polres Jember menangkap 15 orang yang diduga sebagai pelaku teror yang membakar dan merusak sejumlah rumah dan kendaraan di 2 padukuhan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember Jatim, beberapa waktu lalu.

Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo menjelaskan, belasan pelaku yang diamankan tersebut semuanya merupakan warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Namun ada 1 pelaku yang berasal dari Kabupaten Sampang, Madura.

Dari 15 orang yang digelandang ke Mapolres Jember, 9 diantaranya sudah dipastikan sebagai tersangka, sedangkan 6 lainnya sebagai saksi dan akan segera dipulangkan ke rumahnya.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan, 9 orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka, sedangkan sisanya yang 6 orang sebagai saksi, dan akan segera kami pulangkan ke rumahnya,” jelas Kapolres.

Ke 9 pelaku yang sudah ditetapkan tersangka diantaranya J warga Banyuanyar Kalibaru yang berperan memprovokasi warga, S (39) warga Kalibaru Manis Kalibaru yang bertugas membakar rumah Ali dan ikut merusak rumah lainnya, M (42) warga Desa Tobai Timur Kecamatan Sokabanah Sampang Madura yang membakar rumah Salam, A (45) warga Banyuanyar Kalibaru yang berperan membakar sepeda motor di rumah Ali.

Selanjutnya MS (37) warga Kalibaru Manis, M (35) warga Desa Kebunrejo Kalibaru, W (39) warga Banyuanyar Kalibaru, G (39) warga Kalibaru Manis, dan S (51) warga Kalibaru Manis.

BACA: https://www.terasjatim.com/redam-aksi-teror-di-jember-polda-jatim-terjunkan-satuan-brimob/

Hery menyebut, motif dari para pelaku melakukan aksi teror di padukuhan Patungrejo dan Dampikrejo tersebut, murni karena faktor dendam akibat penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu warga setempat, pada 3 Juli 2022 lalu.

“Dari penganiayaan yang dilakukan oleh Ali, salah seorang warga Desa Mulyorejo, menyebabkan korban Suhar mengalami luka bacok di kepalanya. Namun usai menganiaya korbannya, pelaku langsung diamankan oleh petugas Polsek Sempolan,” kata Hery, Sabtu (06/08/2022).

Hery mengatakan, lantaran peristiwa tersebut, salah satu anak korban tidak terima, meskipun pelaku sudah diamankan aparat kepolisian. “Salah satu anak korban kemudian menghubungi JN untuk melakukan balas dendam, sehingga yang bersangkutan langsung menghubungi untuk menggerakkan anggotanya agar melakukan perusakan dan pembakaran di rumah itu,” sebut Hery.

Berdasarkan data aparat kepolisian, aksi perusakan dan pembakaran terjadi di 6 lokasi yang berbeda selama Juli-Agustus 2022. Akibat dari peristiwa tersebut, tercatat 4 rumah rusak, 3 unit mobil dan 19 sepeda motor rusak berat.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ke 9 tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 187 ayat (1) KUHP Jo.Pasal 55, 56 KUHP dan atau Pasal 170 ayat 1e KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) KUHP Jo. Pasal 64, 65 KUHP. Dimana ancaman pidana untuk Pasal 187 ayat (1) KUHP maksimal 12 tahun penjara, ancaman pidana untuk Pasal 170 ayat 1e KUHP maksimal 7 tahun penjara dan ancaman pidana Pasal 365 ayat (2) KUHP maksimal 12 tahun penjara. (Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim