Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

2 Pekan Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Jatim Stabil

2 Pekan Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Jatim Stabil

TerasJatim.com, Surabaya – Dua pekan jelang Ramadan 2019, harga bahan pokok di berbagai pasar rakyat di Jatim, terpantau relatif stabil. Ada beberapa komoditas barang pokok yang mengalami kenaikan, seperti bawang merah, bawang putih dan cabe, tetapi masih dalam batas kewajaran.

“Untuk memastikan harga, petugas pencacah data Disperindag Jatim dibantu Disperindag kabupaten/kota terjun langsung ke 116 pasar di wilayah Jatim,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat irawan, Senin (22/04/19).

Dari hasil pantauannya, dua pekan sebelum Ramadan, harga dari aplikasi Sikaperbapo seperti beras IR 64 Rp 9.500/kg, beras bengawan Rp 11.000/kg, mentik Rp 11.500/kg, tepung terigu segitiga biru Rp 8.000/kg, minyak goreng curah kemasan Rp 11.000/kg, gula pasir Rp 12.000/kg daging ayam broiler Rp 31.000/kg, telur ayam broiler Rp 22.000/kg, daging sapi masih stabil di kisaran rata-rata Rp 106.000/kg kecuali harga bawang putih dan bawang merah mulai ada peningkatan.

Seperti diketahui, saat ini harga bawang merah di kisaran Rp 35.000-37.000/kg dan bawang putih sekitar Rp 42.000-43.0000/kg, padahal bawang merah normalnya tidak sampai Rp 20.000/kg dan bawang putih 22.000/kg. Kenaikan komoditas bawang merah tersebut dikarenakan ada pergeseran panen.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindag Jatim tengah berkoordinasi dengan Kabupaten Nganjuk dan Probolinggo serta Madura sebagai sentra penghasil bawang merah.

“Memang tak bisa dipungkiri, di bulan Ramadan hingga Lebaran kebutuhan konsumsi masyarakat akan meningkat 5-10 persen dibandingkan dengan di hari-hari biasa. Walau demikian, masyarakat diharapkan tidak resah dan memborong kebutuhan bahan pokok yang berlebihan, karena sesuai data yang diperoleh dari Disperindag Jatim jumlah bahan pokok masih aman dan harga terkendali,” imbuh Drajat.

Untuk diketahui, wilayah Jatim merupakan salah satu lumbung pangan nasional sebagai penyangga kebutuhan makanan pokok beras nasional apa lagi saat ini masih dalam situasi panen. Kemudian sebagi pusat peternakan ayam pedaging dan petelur yang berada di Kabupaten Blitar, Malang dan Tulungagung. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim