Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wisata Laut Bangsring Underwater (Bunder)

Wisata Laut Bangsring Underwater (Bunder)
Wisata Bahari Bangsring, Banyuwangi

TerasJatim.com,  Banyuwangi – Satu lagi prospek destinasi wisata di Banyuwangi yang perlahan mulai tumbuh dan berkembang, yaitu wisata bahari Bangsring Underwater (Bunder).

Bertempat di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, wisata bahari Bunder perlahan mulai banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Wisata bahari Bunder menawarkan keelokan dasar bawah laut yang eksotis. Selain menawarkan wisata bawah lautnya, tempat ini  juga sebagai sarana education.

Salah seorang pengunjung dari Kota Semarang, Rani mengatakan, bersama rombongan ia datang jauh-jauh hanya ingin menyaksikan taman bawah laut yang dihiasi berbagai jenis ikan warna-warni. Selain pantainya bersih, juga keindahan terumbu karangnya yang eksotis dan masih alami.

“Bunder tak kalah cantiknya dengan Raja Ampat Papua,” ungkapnya kepada TerasJatim.com..

Rani juga menambahkan, selain menyajikan keindahan alamnya, pengunjung yang datang pastinya tidak akan kecewa, karena untuk tiket masuk dan penyewaan alat-alat seperti snorkling, balon air, perahu dan lain-lain harganya sangat terjangkau.

Terpisah, pengelola tempat wisata Bunder, yang diwakili bagian pengawas dan keamanan, Mihusin mengungkapkan, wisata bahari Bunder selalu banyak dikunjungi pengunjung pada hari libur dan akhir pekan.

Dulu sebelum dinamakan Bunder, tempat ini hanyalah pantai tempat nelayan menangkap ikan hias dengan potasiom/merkuri.  Namun, setelah di bentuknya kelompok nelayan oleh H. Ikhwan Arief pada tahun 2008 lalu, masyarakat sekitar mulai sadar dan merasakan akan dampak rusaknya hayati laut.

Menurutnya, Bunder diarahkan sebagai wilayah konservasi alam, karena itu pengelola Bunder sering mengadakan pelatihan bagi masyarakat terkait dengan penyelamatan perairan dan terumbu karang.

Untuk itu, mulai tahun 2014 dibukalah wisata untuk umum setelah masyarakat bahu membahu dengan dukungan dari Pemerintah Pusat berupa bantuan dana untuk reklamasi terumbu karang yang rusak.

“Singkat cerita dengan bantuan dari Pemerintah tersebut, kami berinisiatif membuat tempat penangkaran ikan yang sekarang dikenal dengan Rumah Apung Bangsring, dan seiring berjalannya waktu, wisata bahari Bunder lambat laun mulai dikenal oleh masyarakat, baik itu masyarakat Banyuwangi hingga luar kota dan mancanegara,” pungkasnya.(Yak/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim