Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warsiyem, Warga Miskin di Latsari Tuban yang Terlewatkan Program Bantuan Sosial

Warsiyem, Warga Miskin di Latsari Tuban yang Terlewatkan Program Bantuan Sosial

TerasJatim.com, Tuban – Warga miskin di Kabupaten Tuban Jatim, tenyata masih banyak yang belum tersentuh atau terlewatkan oleh program-program bantuan sosial dari pemerintah.

Meski telah banyak bentuk dan macam program bantuan sosial untuk rakyat miskin yang digalakkan oleh pemerintah sesuai amanah Undang-Undang. Namun nyatanya, hingga kini masih terkesan lemah dari sisi pendataan.

Di dalam Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 telah jelas disebutkan, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Terkait hal itu, baru-baru ini program pemerintah yang paling gres melalui Kementerian Sosial adalah program PKH yang patut diacungi jempol di dalam mengimplementasikan isi UUD 1945 tersebut bagi masyarakat miskin di Tanah Air.

Akan tetapi program ini juga belum terlaksana dengan sempurna. Pada tatanan praktek di lapangan, masih banyak yang harus di evaluasi, mengapa demikian ?

Jawabnya, adalah masih banyaknya data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya pada situasi masyarakat bawah, sehingga di dalam praktek pembagian fresh money tersebut, seringkali salah sasaran.

Hal ini memprihatinkan, sebab acap kali ditemukan warga masyarakat yang benar-benar miskin dan membutuhkan dana segar tersebut, justru terlewatkan karena data yang disinyalir tidak valid.

Salah satunya adalah Mbah Warsiyem, wanita renta, warga Dukuh Sarigede RT10/RW04, Desa Latsari Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jatim ini.

Saat dikunjungi TerasJatim.com di rumahnya, kondisi Mbah Warsiyem sangat memprihatinkan. Siapapun akan merasa iba ketika melihat Mbah Warsiyem yang hanya bisa terkulai lemas di tempat tidur yang berada di ruang tamu rumahnya.

“Mbah sakit nak, gak bisa bangun,” ucapnya terbata-bata dan tampak sangat sulit untuk mengucapkan kalimat.

Selain kondisinya yang sakit, rumah tempat mbah Warsiyem tinggal juga memprihatinkan, dengan dinding rumah dari bahan kulit kayu jati (baca: gelam) yang sudah usang dan reot dimakan usia.

Namun mirisnya, dengan kondisi seperti itu mbah Warsiyem lolos dari pendataan sebagai masyarakat miskin dan lanjut usia yang sejatinya berhak mendapatkan bantuan program PKH.

“Lha wong yang kaya-kaya itu dapat uang toh pak, tapi kok Mbah Warsiyem malah tidak dapat, rasanya kok tidak adil begitu,” ungkap beberapa ibu tetangga Mbah Warsiyem yang ikut menerima TerasJatim.com.

Terpisah, Siti, Ketua Kelompok PKH Dusun Sarigede Desa Latsari ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp miliknya, hanya terlihat membaca pesan dan tidak menjawab pertanyaan wartawan media ini.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial PPA Kabupaten Tuban Nurjanah, mengatakan, tidak semua masyarakat miskin memperoleh PKH, karena PKH adalah bantuan sosial bersyarat.

“Keluarga itu harus ada mungkin ibu yang sedang hamil, karena PKH itu pemberdayaan masyarakat atau bantuan kepada masyarakat jaminan sosial untuk pendidikan dan kesehatan. Yang kedua ada yang menyusui itu kreterianya. Mungkin ada anak yang usia balita, anak usia SD, SMP sampai SMA, mungkin di keluarga itu juga ada penyandang disabilitas, itu yang memenuhi kriteria baik salahs atu atau beberapa. Itulah PKH, jadi tidak semua masyarakat miskin dapat itu karena terseleksi,” terang Nurjanah, Rabu (25/04).

Disinggung terkait kondisi mbah Warsiyem yang terlewatkan dari bantuan sosial, Nurjanah menyarankan agar pihak desa kembali mengusulkan. (Adi/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim