Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warga di Kapongan Situbondo Keluhkan Bau Limbah Pabrik Udang

Warga di Kapongan Situbondo Keluhkan Bau Limbah Pabrik Udang

TerasJatim.com, Situbondo – Warga di sekitar pabrik udang milik PT. Salem di Desa Landangan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Jatim, mengeluh.

Mereka khususnya yang tinggal di Desa Seletreng Kecamatan Kapongan mengeluhkan pengelolaan limbah udang yang mengeluarkan bau busuk menyengat. Warga merasa terganggu dengan bau tak sedap yang hampir tiap saat dihirupnya.

Terkait hal itu, warga meminta kepada pihak pengelola limbah dan PT. Salem untuk memindahkan atau menutup pengolaan limbah tersebut. Apalagi selama ini warga mengaku belum menerima kompensasi apapun dari pihak pengelola maupun dari PT. Salem.

Padahal sebelumnya warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan itu kepada PT. Salem, namun hingga kini belum ada tanggapan serius.

“Kami warga di sini berharap kepada pihak PT. Salem maupun pengelola limbah untuk memindahkan atau sekalian menutup tempat pengelolaan limbah itu. Apalagi selama ini kami tidak menerima kompensasi apapun dari pihak pengelola,” keluh Rudi, salah satu warga, Rabu (25/09).

Sementara, Misyono, ketua Lembaga Pengawas Korupsi (LPK) Jatim mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari warga dan langsung menindaklanjutinya dengan memediasi pihak pengelola maupun PT. Salem. Namun kedua pihak dinilai tidak mengindahkannya.

Misyono meminta agar kepala desa segera melakukan musyawarah desa (musdes) yang juga melibatkan pihak pengelola maupun PT. Salem untuk duduk bersama dengan warga guna memecahkan masalah tersebut.

“Namun musdes yang disepakati oleh kepala desa, warga serta pengelola dan juga PT. Salem gagal. Karena dari pihak pengelola dan PT. Salem tidak hadir. Padahal waktu dan tempatnya sudah disepakati pada Selasa (25/09) malam, di rumah Kepala Dusun Seletreng,” jelasnya.

Misyono menilai pihak pengelola maupun PT. Salem tidak mengindahkan aspirasi warga. “Seharusnya pengelola dan PT. Salem ikut dalam musyawarah desa untuk mencari solusi terkait keluhan warga ini. Bahkan gak jelas alasan mereka kok tidak menghadiri acara musdes. Berarti pengelola dan PT. Salem ciut nyalinya menghadapi warga,” tandasnya.

Misyono menyebut ada dugaan oknum anggota DPRD Situbondo ikut andil dalam pengelolan limbah udang tersebut. “Ternyata pengelolaan limbah udang yang dibeli dari PT Salem itu ada anggota DPRD yang ikut andil ,tapi tidak pro rakyat,” imbuhnya.

Misyono memastikan, ika pihak pengelola dan PT. Salem tidak ada itikat baik untuk menyelesaikan keluhan warga, maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Situbondo. Selain itu ia juga berencana akan melakukan aksi unjuk rasa, karena disinyalir usaha pengelolaan itu tidak berijin. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim