Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wakili Jatim dalam Lomba Asman Toga Nasional, Kabupaten Blitar Targetkan Juara

Wakili Jatim dalam Lomba Asman Toga Nasional, Kabupaten Blitar Targetkan Juara

TerasJatim.com, Blitar – Salah satu desa di Kabupaten Blitar mewakili Jatim pada perlombaan Kolompok Asuhan Mandiri (Asman) Kesehatan Tradisional melalui pemanfaatan Toga dan Akupresure Tingkat Nasional kategori wilayah desa tahun 2018, yakni Keluarga Binaan Asman Toga ‘Bersemi’ Desa Genengan Kecamatan Doko. Sementara penilaian di lokasi dilakukan oleh tim dari pusat berjumlah 5 orang, Jumat (24/08).

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, tahun ini merupakan kali kedua Kabupaten Blitar menjadi wakil Jatim dalam perlombaan Kolompok Asman Kesehatan Tradisional melalui pemanfaatan Toga dan Akupresure Tingkat Nasional. Dimana tahun lalu, Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi berhasil mendapat juara 1 pada perlobaan yang sama.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, persiapan yang dilakukan sejak lama murni dari masyarakat atau kelompok Keluarga Binaan Asman Toga ‘Bersemi’ Desa Genengan Kecamatan Doko. “Jadi awalnya, kita adakan evaluasi dan penilaian di desa-desa. Hasilnya, kita menetapkan kelompok Asman Toga ‘Bersemi’ ini jadi yang terbaik. Selanjutnya kita ajukan dokumen ketingkat Provinsi Jatim. Alhamdulillah kita dapat nilai terbaik, sehingga menjadi perwakilan Provinsi Jatim,” katanya usai acara penyambutan selamat datang kepada penilai, Jumat (24/08).

Orang nomor satu di Pemkab Blitar ini menuturkan, pada lomba Kolompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional tingkat nasional ini, Kabupaten Blitar melalui kelompok Asman Toga ‘Bersemi’ yang menjadi perwakilan dari Jatim bisa menjadi terbaik tingkat nasional, dengan harapan ke depan daerah lain bisa melihat dan mencontoh apa yang sudah dilakukan. “Semoga kita bisa meraih juara, karena kita melihat potensi untuk meraihnya juga cukup besar,” pungkasnya.

Meski demikian, lanjut Bupati, pihaknya tidak hanya melihat perolehan juara ataupun terbaik, namun apa yang sudah dilakukan oleh masyarakat dengan dorongan dari Pemerintah Daerah, Kecamatan, Desa, dan dibantu Dinas, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui tanaman tradisional obat keluarga ini. Karena tanaman tradisional ini merupakan peninggalan leluhur, dimana saat ini sudah hampir ditinggalkan masyarakat.

“Jaman sekarang kan sedikit sakit sudah memakai obat resep dokter. Tetapi dengan upaya seperti ini harapan kita jika sakitnya ringan agar menggunakan obat tanaman tradisional ini,” jlentrehnya.

Bupati juga berharap, ke depan masyarakat bisa senang menanam maupun menggunakan tanaman tradisional. Karena disamping untuk obat, juga untuk kesehatan lingkungan dan menambah pendapatan keluarga.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Tim Penilai Lomba Asman Toga Tingkat Nasional, Ratri Ariani Dwi Kuncahyani mengatakan, jumlah pengiriman dokumen seleksi tingkat nasional sudah diterima sebanyak 32 dokumen dari 21 provinsi. Selain Provinsi Jatim dengan Kabupaten Blitar sebagai wakilnya, Kepulauan Riau, Banten, Bangka Belitung, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat juga masuk penilaian dalam lomba Kolompok Asuhan Mandiri (Asman) Kesehatan Tradisional kategori desa ini.

“Penilaian hasil toga ini akan kita umumkan pada puncak hari kesehatan nasional tahun 2018. Kita berharap, kegiatan ini bisa menjadi momentum yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan toga dan akupresure, sehingga bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (Adv/Mfh)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim