Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tiba di Pulau Sapudi, Tim Kesdam Brawijaya Langsung Tangani 7 Orang Korban Gempa

Tiba di Pulau Sapudi, Tim Kesdam Brawijaya Langsung Tangani 7 Orang Korban Gempa

TerasJatim.com, Sumenep – Tak ada istilah rehat bagi tim penanggulangan yang sudah dikerahkan oleh pihak Kodam V/Brawijaya untuk melakukan evakuasi bagi para korban gempa di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura.

Hal itu terlihat, ketika tim Kesehatan Kodam (Kesdam) V/Brawijaya tiba di lokasi pasca gempa yang mengakibatkan 3 orang warga meninggal dunia tersebut.

Tiba pukul 09.30 WIB, tim Kesdam langsung menuju ke Puskesmas Darurat yang berada di Desa Gayam. Di tempat itu, terdapat banyak korban gempa yang belum mendapat perawatan medis secara maksimal.

“Total ada 7 pasien yang kesemuanya mendapat penanganan dari tim Kesdam. Sementara 2 pasien rencananya akan di rujuk ke RSUD Sumenep besok,” ujar Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, Jumat, (12/10) sore.

Menurut Singgih, para pasien rata-rata mengalami luka yang cukup serius. Untuk itu, selama berada di Kepulauan Sapudi, tim Kesdam diwajibkan untuk terus melakukan penanganan secara intensif terhadap para korban akibat bencana gempa tersebut.

“Itu sudah perintah langsung dari komando atas. Sebisa mungkin tim Kesdam harus bisa melakukan penanganan dengan baik dan tuntas,” tambahnya.

Singgih merinci, ketujuh korban luka yang sudah ditangani tim Kesdam tersebut, masing-masing Muhawiye (65), Sarwini (45), Rihani (70), Aswiye (60), Buhama (80), Nasiya (60) dan Rahmani (40).

“Untuk pasien atas nama Rahmani dan Nasiya, besok rencananya akan di rujuk ke RSUD Sumenep. Di sana, pasien nantinya akan mengikuti proses rontgen dan tindakan medis lainnya,” imbuh Singgih.

Terpisah, Letkol Ckm Dr. Guruh Tirtawiguna, Ketua Tim Kesdam V/Brawijaya menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya medis terhadap para pasien di Puskesmas Gayam. Selain pencucian luka, kata Guruh, pihaknya juga melakukan pembiusan kepada para pasien.

“Dari operasi ini ada 2 pasien yang diputuskan untuk mengikuti pengobatan lanjutan di RSUD Sumenep. Perkiraan, untuk evakuasi ke sana dibutuhkan waktu 2 jam,” jelasnya.

Guruh menyebutkan, operasi itu dilakukan sebab peralatan medis yang berada di Puskesmas Gayam, Kepulauan Sapudi, dinilai kurang memadai. “Alat-alat bedah dan kamar bedah tidak tersedia. Begitu juga rontgen,” ungkapnya.

Dalam perawatan medis yang dilakukan oleh tim Kesdam, 2 pasien sudah diperbolehkan untuk pulang. Sedangkan sisanya, masih harus menjalani perawatan lanjutan. (Nggih/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim