Tiap Tahun Lahan Produktif di Kota Madiun Berkurang Hingga 10 Hektar

Tiap Tahun Lahan Produktif di Kota Madiun Berkurang Hingga 10 Hektar

TerasJatim.com, Madiun –  Lahan produktif di Kota Madiun Jawa Timur kembali mengalami penyusutan. Data di Dinas Pertanian Kota Madiun, pengurangan lahan diperkirakan mencapai 8-10 hektar atau 5 hingga 10 persen setiap tahunnya. Hal ini lantaran maraknya alih fungsi lahan.

Kabid Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanam Dinas Pertanian Kota Madiun, Agus Haryanto mengatakan, menyusutnya lahan pertanian akibat lahan produktif dijadikan sebagai bangunan gedung, seperyi pemukiman, pusat pertokoan dan pergudangan di kawasan ring road. Hal ini sejalan dengan investor masuk ke wilayah Kota Madiun.

Dikatakannya, hal tersebut menjadi permasalahan yang dapat mengganggu program swasembada pangan di Indonesia, karena berkurangnya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan berdampak pada menurunnya hasil pertanian.

“Kita mengintensifikasikan lahan-lahan yang dikerjakan petani, baik lahan bengkok maupun lahan tulen. Setiap musim tanam, kita undang petani untuk diberikan pengarahan. Tujuannya dengan luas lahan yang sama, produktifitas bisa bertambah. Kalau untuk menambah luasan areal pertanian, jelas nggak bisa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengurangan lahan selama 6 tahun terakhir, mencapai 57 hektar dari total lahan produktif di kota sebanyak 1.097 hektar menjadi 1.040 Hektar.

Dari 3 kecamatan di Kota Madiun, laju penyusutan lahan terbesar berada di wilayah Kecamatan Manguharjo, yang digunakan untuk pembangunan pergudangan maupun perumahan.

“Kalau di Kecamatan Taman itu yang paling banyak berkurangnya ya dikawasan bundaran atau di sepanjanga Jalan Taman Praja,” tandasnya. (Bud/Red/TJ/KBRN)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim