Tersangkut Kasus Penganiayaan, Pemuda ini Harus Menikah di Kantor Polisi

Tersangkut Kasus Penganiayaan, Pemuda ini Harus Menikah di Kantor Polisi

TerasJatim.com, Bojonegoro – Ada pemandangan berbeda yang terjadi di Mapolsek Trucuk Bojonegoro Jawa Timur hari ini, Tampak beberapa orang datang dengan pakaian batik rapi mirip acara undangan perkawinan.

Ternyata, hari ini terdapat seorang tahanan yang tersangkut kasus hukum sedang melaksanakan ijab kabul sebagai syarat utama untuk menikah.

Perasaan bahagia bercampur dengan kesedihan tampak terlihat dari rona muka DSP. Pasalnya, pria berusia 23 tahun warga Desa Kanten ini, harus menikahi gadis pujaan hatinya, DL (17), warga Desa Trucuk, di Mushala Polsek Trucuk, Kamis (23/12) pagi, sekira pukul 09.00 WIB.

Keduanya sempat tertunduk ketika sang Naib dari KUA Kecamatan Trucuk secara resmi mengikat tali cinta keduanya.

Menurut Kapolsek Trucuk AKP Singgih, pihaknya sebelumnya telah meminta ijin Kapolres Bojonegoro untuk memberikan izin kepada tersangka yang akan menyelenggarakan akad nikah.

Dan demi rasa kemanusiaan, Kapolres Bojonegoro memberikan ijin kepada pria yang tersangkut kasus penganiayaan ini, untuk menikah di Polsek Trucuk..

“Meskipun ditahan tapi mereka juga mempunyai hak untuk menikah, ini salah satu bentuk kami sebagai aparat penegak hukum menghormati hak asasi manusia pada tersangka,” jelasnya.

Sementara DSP yang hari ini melepas masa lajangnya mengakui, jika pihak keluarga sudah jauh hari merencanakan pernikahannya dengan DL. Namun, semuanya harus berubah karena dirinya tersandung kasus hukum.

“Saya sangat senang akhirnya bisa menikah, saya berharap setelah bebas nanti bisa membina keluarga yang baik dan meninggalkan masa lalu,” ucapnya

Usai prosesi ijab kabul pernikahan, pasangan itu harus berpisah kembali. DSP dikirim kembali ke Lapas Bojonegoro untuk melanjutkan proses hukumnya, sementara istri dan keluarga besarnya kembali ke rumah. (Ev/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim