Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tepung Terigu Bercampur Ulat Beredar di Situbondo

Tepung Terigu Bercampur Ulat Beredar di Situbondo

TerasJatim.com, Situbondo – Warga di wilayah Kabupaten Situbondo Jatim, beberapa hari terakhir resah akibat ditemukannya tepung terigu yang berulat di pasaran.

Fasin (50), seorang pedagang peracangan, warga Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan Situbondo, mengaku kaget dengan tepung terigu produksi BS yang sudah berulat dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Celakanya, sejumlah warga dan pelanggannya sudah ada yang terlanjur membeli tepung tersebut. Sehingga mereka protes dan mengembalikan tepung yang sudah mereka beli itu.

Fasin  mengaku baru sadar kalau dua sak tepung terigu yang baru saja dibelinya dari salah satu toko grosir di Situbondo itu bercampur ulat, setelah mendapatkan protes dari  pelanggannya.

‘Saya baru sadar kalau tepung terigu yang baru saja saya beli dari toko grosir di kota, ada ulatnya. Ini saya ketahui setelah saya diprotes pembeli saya,” ujarnya, Rabu (04/04).

Menurut Fasin, dengan kejadian ini, ia berharap dinas terkait harus lebih ketat dalam melakukan pengawasan di pasaran. Ia menilai, meski sidak dilakukan oleh dinas terkait, tetapi belum sepenuhnya maksimal dalam melakukan pemeriksaan.

Hal yang sama terjadi di toko lain di Situbondo. Tepung terigu yang hendak dijualnya bercampur ulat ukuran kecil. Sehingga pedagang harus mengayaknya (menyaring) terlebih dulu.

Rina, salah satu warga Desa Pecinan Kecamatan Mangaran, mengaku sering membeli tepung terigu yang bercampur ulat kecil. Namun ia terpaksa tetap mengkonsumsi dengan cara membersihkan tepung sebelum digunakan.

Sementara, data yang berhasil dihimpun dari sejumlah pedagang di Situbondo, baik di perkotaan maupun di pedesaan, tepung berulat kerap terjadi ,belakangan ini. Dan hal itu membuat masyarakat was-was untuk membelinya.

Warga berharap kepada dinas terkait untuk lebih meningkatkan pengecekan, karena dikhawatirkan tepung terigu berulat akan terus menyebar di pasaran.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Situbondo, melalui Kabid Perdagangan, Abdul Wahid Wahab, mengaku, pihaknyai belum mengetahui adanya tepung terigu yang berulat di pasaran. Sebab selama ini pihaknya sudah melakukan sidak rutin di sejumlah wilayah namun tidak menemukan bahan pokok tepung yang berulat.

Namun dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan  memanggil sejumlah distributor maupun pemilik toko grosir yang ada di Situbondo,

“Selain kita sidak, nant kita akan memanggil sejumlah grosir atau distributor yang ada di Situbondo untuk klarifikasi tentang tepung yang berulat tersebut,” ujarnya kepada TerasJatim.com, Rabu (04/04).

Ia mengharapkan kepada warga, terutama yang menemukan tepung tidak layak dikonsumsi, seperti ada ulatnya, untuk mengembalikan ke tempat mereka beli atau ke distributor maupun grosir.

“Kita akan tetap melakukan sidak pasar lebih teliti lagi dalam pemeriksaan barang terutama bahan pokok,“ tegas Wahid.

Disinggung apakah ada permainan spekulan atas kejadian ini, Wahid enggan memberikan keterangan tanpa ada bukti terlebih dahulu. Namun pihaknya berjanji akan menggencarkan sidak, mulai dari toko kecil, grosir serta distributor di wilayah Situbondo. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim