Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tahun Politik, Kapolda Jatim Minta Tradisi Suro dan Suran Agung Ditunda

Tahun Politik, Kapolda Jatim Minta Tradisi Suro dan Suran Agung Ditunda

TerasJatim.com, Madiun – Kapolda Jatim, Irjen Pol. Machfud Arifin meminta tradisi Suro dan Suran Agung yang biasa dilakukan oleh perguruan pencak silat di Madiun, untuk tahun ini ditiadakan.

Jika kegiatan itu harus dilakukan, pelaksanaannya diharapkan dapat ditunda setelah kegiatan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut orang nomor satu di Mapolda Jatim itu, imbauan ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya potensi gesekan. Kalaupun memang dilakukan, ia berharap kegiatan tersebut dilakukan dengan aman dan tertib.

“Inikan  tahun politik, pernah terjadi beberapa tahun lalu tidak ada kegiatan Suro dan Suran Agung walaupun itu tradisi. Kalau bisa ya ditunda tahun depan. Karena kan memang tahun politik rawan gesekan. Apalagi tahapan Pileg ini kan sudah mulai. Jadi kami hanya mengimbau, kalau tetap dilaksanakan ya silahkan yang penting tertib saja, jangan ada gesekan yang membuat panas situasi. Ini harus kita jaga, Jatim relatif aman dan Jatim relatif kondusif,” ungkapnya usai meletakkan batu pertama pembangunan perumahan polisi di Sawahan Kabupaten Madiun, Jumat (10/08).

Sementara itu Ketua Umum Persaudaran Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, R Moerdjoko mengatakan, kegiatan Suro maupun Suran Agung tidak mungkin ditiadakan, karena merupakan ritual yang menjadi tradisi tahunan.

Oleh karena itu kegiatan tersebut tahun ini tetap dilaksanakan, walaupun dengan skala kecil atau tidak melibatkan massa (pesilat) dalam jumlah banyak.

“Kami mengajak pada perguruan pencak silat yang ada di Madiun ini, meskipun mengadakan kegiatan, namun dalam skala kecil. Jadi dari daerah lain harapannya tidak masuk ke Kota Madiun, dan kita harapkan juga daerah lain mengadakan ritual sendiri-sendiri, sehingga situasi kamtibmas di Madiun tetap kondusif. Kita ketahui bahwa tahun ini hingga tahun 2019 merupakan tahun politik, jadi kalau dibuat dengan skala besar rawan dibenturkan dengan saudara-saudara kita sendiri,” kata Moerdjoko.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga berkomitmen mendukung pelaksanaan tahapan Pileg dan Pilpres untuk mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai dan bermartabat. (Bud/Kta/Red/TJ/KBRN)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim