Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sungai Bajul Mati Terkikis, Wilayah Tapal Batas Situbondo Bergeser

Sungai Bajul Mati Terkikis, Wilayah Tapal Batas Situbondo Bergeser

TerasJatim.com, Situbondo – Aliran sungai Bajulmati di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo Jatim, terlihat kurang terawat. Hal itu dkhawatirkan akan memicu terjadinya banjir.

Apalagi aliran sungai Bajulmati ini juga menjadi tapal batas wilayah antara Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi.

Lantaran sungai yang terus terkikis, kini warga satu kampung di Desa Wonorejo, bergeser wilayah menjadi wilayah Banyuwangi.

Menurut warga setempat, aliran sungai yang terus mengikis tanah, saat ini sudah mencapai 100 meteran. Hal ini mengakibatkan peta tapal batas juga ikut berubah.

Warga kampung baru yang awalnya masuk Desa Wonorejo, kini bergeser masuk wilayah Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi.

Warga berharap, Pemkab Situbondo harus segera memulai membuat masterplan tata kelola sungai.

“Selain menyebabkan pergeseran wilayah, jika hal itu dibiarkan petani sekitar terancam gagal panen. Mengingat jika banjir tanaman warga terendam lumpur,” ujar Parto, salah satu warga Desa Banyuputih, Minggu (11/02).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, saat ini di Dusun Jelun RT19 RW03, terdapat 25 rumah yang terendam banjir dengan jumlah penduduk 75 jiwa. Sementara di Dusun Pandean RT20 RW04, rumah terendam air sebanyak 35 , terdiri dari 90 jiwa.

Sementara di Dusun Jelun sendiri terdapat 10 hektar lahan pertanian jagung ikut terendam banjir, dan masih ada daerah lainnya yang juga terancam banjir. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim