Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sering Kebanjiran, Pasar Arjosari Pacitan Akan Direvitalisasi

Sering Kebanjiran, Pasar Arjosari Pacitan Akan Direvitalisasi

TerasJatim.com, Pacitan – Guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar, Pemkab Pacitan akan merevitalisasi sejumlah pasar tradisional. Salah satunya adalah Pasar Arjosari di Desa/Kecamatan Arjosari Pacitan.

Kepala Dinas Perdagangan Pacitan Supomo, mengatakan, kondisi Pasar Arjosari saat ini berada sekitar 80-90 centimeter lebih rendah dari jalan raya,.sehingga perlu untuk segera dilakukan revitalisasi.

“Insyaallah pertengahan bulan April untuk pelelangan masuk di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dan kita upayakan pembangunannya nanti berada di atas atau lebih tinggi dari jalan. Sehingga tidak menjadi ladangnya banjir,” katanya, Jumat (22/03/19).

Ditemui terpisah, Aris Setyadi, Kabid Pasar Daerah Disperindag Pacitan mengatakan, untuk revitalisasi Pasar Arjosari sudah dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dengan total anggaran sebesar Rp6 miliar.

Menurutnya, dari jumlah total anggaran  tersebut, tidak keseluruhan untuk fisik pembangunannya. Hal ini karena, dibutuhkan anggaran untuk perencanaan ataupun lainnya yang mencapai ratusan juta. “Untuk anggaran konstruksi pembangunannya sekitar Rp5,8 miliar,” ujarnya.

Terkait kontruksi pasar tersebut, Aris menerangkan, untuk pembangunannya direncanakan akan dimulai sekitar awal bulan Juni dan ditargetkan akhir Oktober harus sudah selesai pembangunannya.

Sedangkan untuk relokasi pedagang, pihak Disperindag sudah membuatkan tempat yang sudah disepakati sebelumnya, yakni di Stadion Citra Mandiri, di Desa/Kecamatan Arjosari. “Insyaallah pertengahan April nanti para pedagang sudah kita pindah ke sana,” katanya.

Di Pasar Arjosari sendiri, lanjutnya, tercatat ada sekitar 600-an lebih pedagang yang harus direlokasi, baik pedagang kios, los, maupun pedagang tlasaran (tanpa kios).

Disinggung soal keamanan barang dagangan saat pedagang sudah relokasi atau menempati tempat sementara, menurutnya hal tersebut sudah diantisipasi dan disosialisasikan ke sejumlah pedagang.

“Untuk keamanan barang dagangan, kemarin sudah ada kesepakatan antara pedagang dan paguyuban. Karena di tempat relokasi ada yang di dalam dan luar stadion. Dari pada dagangan di bawa ke sana kemari, rencananya paguyuban mau mengangkat tenaga keamanan dan untuk membayar itu iuran dari para pedagang,” terangnya.

Aris menambahkan, tak hanya Pasar Arjosari saja, di tahun ini Pasar Kelapa atau yang dikenal menjadi Pasar Bangsri, tepatnya di timur dari Pasar Arjowinangun, juga akan direvitalisasi yang didanai melalui anggaran DAK dari Kementerian Perdagangan.

“Kalau dulu masih Pasar Kelapa itu tidak boleh dibiayai oleh DAK, karena pasar spesifik atau pasar khusus. Alhamdulillah dengan kita mengganti nama ‘Bangsri’ tahun ini, bisa dianggarkan melalui DAK sekitar Rp1,7 miliar, mungkin nanti baru sebatas kios dan los jadi belum sempurna, kemungkinan tahun yang akan datang disempurnakan,” tambahnya.

Diharapkan, dengan adanya sarana dan prasarana yang menunjang, otomatis para pedagang juga antusias termasuk konsumen (masyarakat) dalam berbelanja. “Jadi harapannya barang dagangan itu tidak kalah dengan yang di pasar modern,” pungkasnya.

Pantauan TerasJatim.com, Pasar Arjosari letaknya memang lebih rendah dari jalan raya Pacitan-Ponorogo, sekitar 80-100 centimeter lebih. Saat terjadi hujan deras dan banjir, pasar tersebut sering menjadi aliran sungai yang meluap, karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir sungai.

Kondisi ini juga dibenarkan oleh Tri R. salah satu pedagang di Pasar Arjosari. Ia dan sejumlah pedagang lainnya berharap agar nantinya dalam pembangunan pasar bisa cepat selesai dan hasilnya lebih baik.

“Belum lama ini juga banjir masuk kios, sekitar 30-50 centimeter, tapi Alhamdulillah masih sempat amankan beberapa barang dagangan. Mudah-mudahan nanti pembangunan pasar sesuai apa yang telah direncanakan dan sesuai harapan, syukur-syukur tidak molor,” katanya di sela-sela melayani pembeli. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim