Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sejumlah Dokter di RSU Besuki Pertanyakan Uang Jasa Medis Yang Tak Dibayar

Sejumlah Dokter di RSU Besuki Pertanyakan Uang Jasa Medis Yang Tak Dibayar

TerasJatim.com, Situbondo – Sejumlah dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Besuki Situbondo mempertanyakan uang jasa medis yang belum terbayar oleh pihak manajemen rumah sakit.

Tak puas, para dokter ini juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo untuk ikut turun tangan.

Dikonfirmasi TerasJatim.com, Kepala Dinkes Situbondo, Abu Bakar Abdi membenarkan adanya uang jasa medis yang dipersoalkan oleh sejumlah dokter di RSU Besuki.

“Karena mereka mengaku jasa medisnya belum dibayar. Saat kami cek di data kami, ternyata di dinkes tidak ada masalah. Kemungkinan masalahhya ada di internal manejemen RSU Besuki,” ujarnya, Rabu (08/08).

Saat ditanya berapa besar total dana jasa medis yang belum dibayarkan, Abu menjelaskan, pihaknya merinci besaran uang jasa medis tersebut sekitar Rp200 juta.

Dikatakan, pihaknya meminta pihak RSU Besuki segera menyelesaikan pembayaran jasa medis tersebut kepada mereka yang berhak.

Sementara, dikonfirmasi terpisah, Direktur RSU Besuki, dr Budiono mengatakan, pihaknya tidak tahu jika sejumlah dokter di RSU Besuki mempersoalkan uang jasa medis tersebut. Menurutnya, hal itu bukan uang jasa medis, melainkan dana insentif daerah (ISDA). Dan pihaknya sudah berencana akan membayarkannya.

“Jadi bukan uang jasa medis tapi uang ISDA. Karena uang ISDA itu baru ditransfer,” jelas Budiono.

Budiono menambahkan, pihaknya menyayangkan kepada para dokter yang menanyakan uang ISDA tersebut hingga sampai ke kantor Dinkes. “Seharusnya kan dapat diklarifikasi secara internal lebih dulu,” ucapnya. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim