Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sejak Januari 2016, 13 TKW Indonesia Meninggal di Hong Kong

Sejak Januari 2016, 13 TKW Indonesia Meninggal di Hong Kong

TerasJatim.com, Surabaya – Ini kabar menyedihkan. Tanpa banyak diketahui publik, ternyata sudah ada 12 tenaga kerja wanita yang meninggal di Hong Kong dan satu orang lagi meninggal di Cina sejak Januari hingga pekan pertama Mei tahun ini. Buruh migran wanita yang meninggal di Cina pun resminya bekerja di Hong Kong.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Hong Kong dan Jakarta, dari 13 TKW meninggal, sebanyak 10 orang di antaranya meninggal dalam kurun Januari-Maret. Tiga orang lagi meninggal dalam tempo tiga hari pada Mei ini. Secara berurut, TKW yang meninggal kebanyakan berasal dari Jawa Timur (6 orang), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Penyebab kematian ke-13 TKW beragam, tapi umumnya karena bunuh diri, sakit, dan kecelakaan kerja. Penyakit yang penyebab kematian TKW umumnya sesak napas dan serangan jantung.

Kecelakaan kerja umumnya dipicu oleh tindak kekerasan yang dilakukan majikan sehingga TKW kehilangan semangat dan konsentrasi saat bekerja.

Namun, yang lebih memprihatinkan, sekitar 40 persen pekerja migran wanita diduga meninggal melalui tindakan bunuh diri akibat tak kuat menanggung utang.

Dilansir dari Tempo, Staf Fungsi Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong Agustaf Ilias membenarkan jumlah buruh migran wanita yang meninggal sebanyak itu.

Agustaf tidak memerinci penyebab kematian para TKW. Ia pun tidak membantah dan juga tidak membenarkan informasi mengenai banyaknya TKW yang menghabisi nyawanya sendiri.

“Yang lebih dominan karena belitan utang,” kata Agustaf secara diplomatis. Ia tidak memperjelas apakah belitan utang itu yang mendorong aksi bunuh diri oleh TKW.

Dari 13 TKW meninggal, enam orang di antaranya berasal dari Provinsi Jawa Timur. Secara terperinci, dari enam orang ini, tiga orang meninggal secara beruntun dalam tempo tiga hari (1-3 Mei) pada waktu dan tempat berbeda; dua orang meninggal pada Januari (satu orang meninggal di Hong Kong dan seorang lagi meninggal di Fujian, Cina), serta seorang lagi meninggal pada akhir Februari.

Berdasarkan asal daerahnya, dari enam orang TKW Jawa Timur, tiga orang berasal dari Kabupaten Malang (Eka Suryani, Winingsih Wiloyo, dan Suwedaring Asri), dua orang berasal dari Kabupaten Blitar (Anik Sudartin dan Katimen Sukadi), serta seorang lagi berasal dari Madiun atas nama Liana. (Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim