Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Relokasi Pedagang Pasar Blimbing Terancam Gagal

Relokasi Pedagang Pasar Blimbing Terancam Gagal

TerasJatim.com, Malang – Rencana relokasi pedagang pasar Blimbing, Kecamatan Blimbing Kota Malang pada Rabu (23/9) terancam gagal. Sebab sampai hari hari ini, baru 18 pedagang yang mengambil nomer bedak, di tempat penampungan sementara di bekas stadion Jl. Tenaga Timur, Blimbing Kota Malang.

Padahal menurut data yang dimiliki Dinas Pasar Kota Malang, ada sekitar 1.790 pedagang yang akan direlokasi. Artinya masih ada ribuan pedagang lain yang belum mengambil nomer bedak, sedangkan waktu relokasi tinggal satu hari saja, tetapi para pedagang tetap bersikikuh untuk tidak pindah ke tempat penampungan.

Menurut Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto, minimnya pedagang yang mengambil nomer bedak di tempat penampungan, disebabkan karena informasi yang diterima pedagang belum sempurna. Para pedagang mendapat informasi jika setelah pembangunan selesai, mereka harus membayar untuk menempati lapak di pasar yang baru. Untuk itulah, saat ini Dinas Pasar memasang banner yang bertuliskan kepastian, jika pedagang tidak dipungut biaya sepeser pun, bila akan kembali ke bangunan baru.

Sementara itu, kekhawatiran lain di tengah para pedagang adalah tidak mendapatkan lapak di pasar penampungan. Ini juga merupakam informasi yang salah di kalangan para pedagang. Dalam perjanjian awal, jumlah pedagang pasar Blimbing ada 2.251 orang. Namun seiring berjalannya waktu, pihak Dinas Pasar mendata pedagang yang tidak aktif, sehingga sisanya sejumlah 1.790. Sehingga pihak pengembang membuatkam bedak untuk pedagang yang tersisa. Dengan demikian semua pedagang pasti kebagian lapak, dan diharapkan dapat pindah semua ke penampungan.

Namun demikian, pedagang sendiri meragukan relokasi ini akan berlangsung pada Rabu (23/9). “Ya, ini tidak mungkin akan pindah Rabu besuk”, kata Supardi salah seorang pedagang buah. “Lha wong penampungan juga belum selesai mas. Bisa sampeyan lihat sendiri disana. Masih belum apa-apa,” ujarnya.

Sebenarnya para pedagang juga sudah siap pindah jika penampungan juga sudah siap. “Kami sebenarnya mau-mau saja dipindah, asalkan penampungan sudah selesai. Tapi sampai sekarang keadaannya masih kayak gitu, saya yakin pasti mundur lagi,” pungkasnya. (dim/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim