Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polrestabes Surabaya Diserang Bom Kendaraan

Polrestabes Surabaya Diserang Bom Kendaraan

TerasJatim.com, Surabaya – Aksi terorisme dengan menggunakan bom bunuh diri kembali mengguncang Surabaya. Kali ini Mapolrestabes Surabaya diserang oleh para pelaku, Serangan dilakukan dengan bom kendaraan, Senin (14/05) pagi.

Peristiwa itu terjadi tepat di pintu depan atau gapura masuk markas polisi yang berada di jalan Sikatan Surabaya itu. Polisi saat ini telah menutup kawasan jalan tersebut sepanjang 500 meter di depan Mapolrestabes Surabaya.

Seluruh awak media dan warga diminta menjauh dari lokasi kejadian. Sejumlah ambulan terlihat hilir mudik. Nampak juga mobil-mobil petinggi Polda Jatim berdatangan.

Polisi dan tim Gegana juga meminta pengguna jalan memutar arah dan menghindari Jalan Sikatan. Sebab, jalan itu sehari-hari ramai karena berada di pusat kota dan dekat dengan pusat niaga serta perkantoran.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan, dalam peristiwa tersebut terdapat anggota polisi yang menjadi korban. Ia menuturkan, pelaku menggunakan dua sepeda motor terpisah. Mereka meledakkan bom ketika dihentikan oleh polisi di pos pemeriksaan.

Hingga saat ini data dan kondisi korban belum dapat dipastikan. Peristiwa ini masih dalam penyelidikan polisi.

Sebelumnya, serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/05) pagi. Tercatat 13 orang tewas, 6 diantaranya pelaku yang masih satu keluarga. Sementara terdapat 41 orang luka-luka.

Sedangkan di Rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, juga terjadi ledakan bom di salah satu ruangan di Blok B Lt 5, Minggu (13/05) tengah malam. Ada 3 korban tewas dalam kejadian itu, dan tiga anak-anak terluka.

Korban tewas masing-masing Anton Ferdiantono (48) beserta istrinya Sari Puspitarini (46), serta seorang anaknya Hilva Aulia Rahmah (18).

Diduga kuat ledakan itu terjadi saat pelaku tengah merakit bom. (Ah/Kta/Red/TJ/CNNIndonesia)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim