Polisi Tembak Mati Pelaku Pembacokan yang Menewaskan Siswi MTs di Sumenep

Polisi Tembak Mati Pelaku Pembacokan yang Menewaskan Siswi MTs di Sumenep
Ilustrasi

TerasJatim.com, Sumenep – Setelah melakukan perburuan selama seminggu, Tim Buser Polres Sumenep Madura akhirnya berhasil membekuk Didik Sugiyanto (20) warga Dusun Guwa Desa Manding Timur Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep, pelaku penganiayaan sadis yang mengakibatkan Alisa Hariyani (15), warga Jalan Saluran Air, Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep tewas, beberapa hari lalu.

Didik dibekuk polisi di sebuah kamar kos, di Kelurahan Kenanga Kecamatan Cipondoh Kabupaten Kota Tangerang Banten. Didik pun digelandang ke Mapolres Sumenep.

Namun, saat saat sampai di Sumenep, Didik justru berulah. Saat hendak diminta polisi untuk menunjukkan barang bukti berupa celurit yang digunakan untuk membacok korban, Didik justru melawan polisi dan berusaha kabur. Hingga akhirnya, polisi melakukan tindakan tegas dengan memberikan tembakan timah panas, dan mengenai dada sebelah kirinya.

“Pelaku (Didik, red) melakukan perlawanan dan berusaha kabur, meskipun tembakan peringatan sudah dilakukan tapi dia tidak menghiraukan sehingga terpaksa ditembak,” jelas Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora dalam keterangan rilisnya, Sabtu (28/10).

Didik sempat dilarikan ke RSUD Moh Anwar Sumenep, namun akhirnya nyawa Didik tak tertolong setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Ilustrasi

Sebelum ditembak mati, Didik sempat mengakui jika motifnya melakukan penganiayaan yang berujung kematian terhadap korban, dikarenakan faktor asmara. Didik cemburu, sebab korban yang merupakan mantan pacarnya itu sudah menjalin kasih dengan seorang pria bernama Sukri.

“Didik tidak terima dan sakit hati, karena korban sudah berpacaran lagi dengan pria lain, sehingga pelaku berencana untuk menghabisi korban bersama pacarnya,” paparnya.

Didik, pria pengangguran itu lalu menghubungi korban dan Sukri, untuk diajak ketemu bersama. Akan tetapi Sukri tidak merespon dan hanya korban yang menemui Didik. Mereka pun berboncengan berdua dengan menggunakan motor korban.

Saat keduanya tiba di area tegalan di Desa Mantajun Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, Didik menyuruh korban untuk bergantian mengemudikan sepeda motornya, dan Didik pindah duduk di belakang korban.

“Lalu pelaku mengeluarkan celurit yang dipersiapkannya dan langsung membacok ke arah pinggang sebelah kanan, dan dilanjutkan ke tangan dan kepala korban. Setelah korban telentang dan bersimbah darah, pelaku meninggalkan tubuh korban dan melarikan diri,” imbuh Kapolres.

Keesokan harinya, korban ditemukan oleh warga. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Moh Anwar Sumenep. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong.

“Kami masih memburu salah seorang tersangka lagi, sebab atas interogasi yang dilakukan kepada Didik, keinginannya untuk menghabisi nyawa Sukri dan Lisa atas saran dari seseorang berinisial MA,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang siswi salah satu MTs Negeri di Kabupaten Sumenep, ditemukan tergeletak di jalan setapak di Dusun Janjang, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep.

Saat ditemukan, korban yang diketahui bernama Alisa Hariyani (15), warga Desa Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep, kondisinya mengenaskan dengan berlumuran darah akibat luka bacok di bagian wajah dan tangan. (Isk/Kta/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim