Polisi: 7 Tersangka Jaringan Teroris Bekasi, 1 Orang Mahasiswa Asal Ngawi

Polisi: 7 Tersangka Jaringan Teroris Bekasi, 1 Orang Mahasiswa Asal Ngawi
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar

TerasJatim.com, Jakarta – Khafid Fathoni alias Toni (22). mahasiswa asal Dusun Gebang Desa Walikukun Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang diringkus oleh Densus 88 pada Minggu (11/12) lalu di Ngawi, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka terkait jaringan teroris di Bekasi.

Selain Khafid, polisi juga menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan, tim Densus 88 telah mengamankan 10 terduga teroris jaringan Bekasi yang memakai bom ‘rice cooker’. Tujuh di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup.

“Saat ini ada 10 yang diamankan, tapi 7 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait jaringan di Bekasi. Di mana sel itu merupakan dari Bahrun Naim sebagai pimpinan JAD,” jelasnya di Mabes Polri, Jakarta, seperti dilansir Merdeka, Kamis (15/12).

Dijelaskan oleh Boy, selain Khafid Fathoni alias Tony, polisi menetapakan Muhammad Nur Solihin (MNS) yang merupakan tokoh pimpinan sel dan perekrut Dian sebagai ‘pengantin’ bom.

Nama lain yakni Agus Supriyadi (AS), yang memiliki peran menyewa mobil untuk mengantar bom dari Solo ke Jakarta. Kemudian Dian Yulia Novi (DYN) yang rencananya bakal dijadikan sebagai ‘pengantin’ dalam aksi teror tersebut.

Kemudian empat tersangka lain, yakni Suyanto alias Abu Izzah yang merupakan seorang petani berperan merakit bom dan mengantar bom dari Karanganyar untuk diserahkan pada Muhammad Nur Solihin.

Nama lain yakni Abu Izzah yang bersama Khafid Fathoni alias Toni, yang berperan sebagai perakit bom.

Mereka membuat bom di rumah Suyanto atas petunjuk dari Bahrin Naim. “Khafid Fatony bersama Nur Solihin membuat bom di rumah tersangka Suyanto,” ucap Boy.

Selanjutnya, terdapat nama Arinda Putri Maharani juga ditetapkan sebagai tersangka, lantaran ikut serta atau mengetahui keberadaan bom, pembuat bom, sekaligus memfasilitasi penerimaan dana untuk membuat bom.

Terakhir, terdapat nama Wawan Setiawan alias Abu Umar juga ditetapkan sebagai tersangka. Wawan mempunyai peran sebagai penyimpan bahan peledak yang dirakit Nur Solihin dengan memindahkan bom dari kantor Azzam Dakwah Center ke rumahnya.

“Yang bersangkutan juga khilafah ISIS jadi punya inisiatif menyimpan bahan peledak yang sudah dibuat sama Nur Solihin. Dari bahan itu dibawa ke rumah Suyatno buat dirakit,” pungkas Boy. (Her/Kta/Red/TJ)

Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Mahasiswa Asal Widodaren Ngawi Ditangkap Densus 88

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim