Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pisah Ranjang dengan Istri, Pria asal Punjul Kediri Nekat Kendat

Pisah Ranjang dengan Istri, Pria asal Punjul Kediri Nekat Kendat

TerasJatim.com, Kediri – Warga Dusun Purworejo Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Jatim, digemparkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Fendik Mulyo (26) warga setempat.

Fendik ditemukan sudah tak bernyawa tergantung di dalam kamar tidurnya, Sabtu (10/11) pagi.

Informasi yang dihimpun, peristiwa gantung diri itu diketahui pertama kali oleh Samirah (52), ibu korban.

Saat itu, Samirah sengaja mencari anak lelakinya itu untuk menawari sarapan pagi.

Namun sang ibu menemukan sepucuk kertas yang di tempelkan di gorden pintu masuk kamar korban. Kertas itu bertuliskan tangan Fendi yang bertuliskan ‘Ojo manggis iklasno’ (Jangan menangis Iklaskan, red).

Curiga dengan isi surat tersebut, sang ibu kemudian membuka pintu kamar. Spontan ia kaget dan berteriak histeris saat melihat anaknya sudah tewas tergantung diri di tiang kamar tidur.

 

Selain itu ditemukan juga pesan surat kepada keluarga yang bertuliskan “Ojo sedih iki pancen dalanku. Aku wes ra betah omah-omah koyok ngene. Bojo ra kenek di toto atine” (Jangan bersedih ini memang jalanku. Aku sudah tidak kuat lagi berumah tangga. Istri tidak bisa dinasihati, red).

Dalam surat itu juga terdapat pesan yang mengharukan, Korban menuliskan pesan terakhir untuk anaknya, Alvin dengan tulisan “Ayah sayang sayang banget”.

Mendapat laporan, petugas petugas kepolisian dari Polsek Plosoklaten dan tim identifikasi Polres Kediri yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Selain itu petugas juga melakukan pemeriksaan di tubuh korban.

Kasi Humas Polsek Plosoklaten Bripka Mayanto Fajar menuturkan, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas tanda-tanda penganiayaan.

“Korban murni gantung diri. Tali tampar warna biru ukuran 1,5 meter yang digunakan korban untuk bunuh diri kami amankan,” tuturnya, Minggu (11/11).

Menurut keterangan sejumlah saksi, diduga motif korban melakukan bunuh diri itu lantaran terjadi konflik dengan sang istri yang bernama Nadiroh, wanita asal Tulungagung.

“Kami menduga korban ini frustasi karena ada konflik dengan istrinya. Dan korban juga pisah ranjang,” pungkas Mayanto. (Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim