Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Peternak Ayam di Blitar Kerjasama dengan USAID APIK PT Cargill Indonesia

Peternak Ayam di Blitar Kerjasama dengan USAID APIK PT Cargill Indonesia

TerasJatim.com, Blitar – Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Kabupaten Blitar menjalin kerjasama dengan USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK), serta PT Cargill Indonesia untuk meningkatkan ketangguhan peternak ayam di Kabupaten Blitar.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di kantor Kecamatan Kademangan di Desa Suruhwadang Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dengan dihadiri langsung oleh Bupati Blitar, Rabu (29/08).

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, pihaknya mendukung adanya kerjasama ini. Karena menurutnya, dengan populasi ayam petelur di Kabupaten Blitar yang mencapai 15,4 juta ekor mampu memproduksi telur sekitar 500 ton perhari dengan jumlah peternak mencapai 4.321 ini, mampu menyuplai 70 persen kebutuhan telur di Jatim, dan 30 persen permintaan nasional.

Rijanto menjelaskan, bentuk kerjasama ini bertujuan untuk ketangguhan peternak ayam petelur terhadap iklim yang ekstrim. Karena perubahan iklim yang saat ini juga tidak menentu dan sulit diprediksi. “Jadi peternak ayam harus diselamatkan. Peternak ayam yang mempunyai ayam cukup besar, nantinya jika para peternak sudah mempunyai pengetahuan tentang ketangguhan terhadap cuaca yang ekstrim, tentu mereka akan terhindar dari kolap. Ya minimal akan ada penurunan,” katanya, usai mengikuti acara penandatanganan, Rabu (29/08).

Orang nomor satu di Pemkab Blitar ini menuturkan, akhir-akhir ini sering terjadi penurunan terhadap produksi telur. Hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan peternak ayam untuk mengantisipasi perubahan iklim yang ekstrim masih kurang. Dengan adanya komunikasi yang bagus antara peternak yang tergabung dalam paguyuban peternak ayam ini akhirnya mampu bekerjasama masuk ke PT Cargill Indonesia sebagai pemasok bahan pakan ternak ayam. Dimana sudah beberapa kali memberikan CSR kepada peternak ayam didesa Suruhwadang dan sekitarnya.

“Kali ini PT Cargill mempunyai CSR yang tentunya dimanfaatkan untuk kerja sama dengan USAID APIK dalam pengendalian iklim yang ekstrim. Sehingga jika ini nanti bisa berjalan sesuai MoU yang sudah ditandatangani, diharapan peternak petelur ayam di Kabupaten Blitar akan bertambah pengetahuannya menjadi tangguh, dan tentunya dalam usaha ayam petelur ini akan sesuai dengan produksi yang stabil, sehingga akan lebih tenang dalam berkerja,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, kerjasama ini secara langsung tidak ada hubungannya dengan kerjasama Pemerintah Kabupaten Blitar dengan DKI Jakarta untuk memasok telur. Namun secara tak langsung juga berhubungan, karenajika produksi telur stabil dan kualitas telur bisa dipertahankan, maka kerjasama dengan DKI Jakarta juga akan terus berlanjut. Tidak hanya DKI Jakarta, tetapi daerah yang lain yang nanti akan mengambil telur dari Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Kabupaten Blitar, Rofi Asifun mengatakan, dalam kerja sama ini pihaknya mencoba menghadirkan sebuah failed project, yaitu kandang percontohan yang didalamnya nanti akan memiliki biosekuriti. Kemudian menambah kenyamanan ayam didalam kandang. Karena ayam membutuhkakn kenyamanan yang didalamnya harus ada temperatur dan suhu yang harus dikendalikan untuk panas dan dinginnya.

“Jadi nanti disaat peternak mau pengembangan populasinya jangan sampai berpedoman terhadap kandang yang sudah lama, karena saat ini harus ada pembaharuan, efisiensi, pembaharuan inovasi sehingga ayam akan nyaman didalam kandang, dan produksi akan lebih terjaga,” kata Rofi.

Dalam sambutannya, Corporate Responsibility Manager PT Cargill Indonesia, Agung Baskoro mengatakan, sebelum membuat kandang, pihaknya akan melakukan kajian dan berdiskusi dengan PPRN dan APIK. Sehingga nantinya kandang dibuat dengan mempertimbangkan kondisi setempat serta menggunakan bahan yang mudah didapat diwilayah setempat. Dengan begitu, insight lokal akan dipadukan dengan pendekatan ilmiah.

“Jadi kita juga mendukung peternak dalam bentuk ayam petelur dan menagemen peternakan, misalnya melalui pelatihan pemanfaatan sumber daya efisien. Tentu semua ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak skala kecil,” imbuhnya. (Adv/Mfh)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim