Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pesta Miras Oplosan, 3 Pemuda di Menganti Gresik Tewas

Pesta Miras Oplosan, 3 Pemuda di Menganti Gresik Tewas

TerasJatim.com, Gresik – Diduga akibat pesta minuman keras (miras) jenis oplosan, 3 orang warga Desa Hulaan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, tewas. Ketiga korban masing-masing Riko Yakub (23), Andik Kristanto dan M. Fendi Pradana (19).

Ketiganya meregang nyawa usai melakukan pesta miras oplosan yang terdiri dari arak cukrik yang dioplos dengan vodka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, kejadian bermula pada Kamis (16/08) sore, sekitar pukul 17.30 WIB, saat sekelompok pemuda desa usai melihat pertandingan sepak bola gala desa, di lapangan Desa Hulaan. Tak kurang sebanyak 15 pemuda kemudian melakukan pesta miras oplosan hingga pukul 00.00 WIB.

Pada Jumat (17/08) dinihari, korban M. Fendi Pradana bersama 6 orang lainnya pindah lokasi ke depan rumah warga bernama Solikan. Namun sekira pukul 04.00 WIB Subuh, Solikan keluar rumah dan mengusir gerombolan pemuda tersebut. Mereka kemudian berpindah ke telaga Desa Hulaan, yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah Solikan.

Tak berhenti di situ saja, mereka kemudian meneruskan pesta mirasnya hingga pukul 11.00 WIB di sebuah warung milik warga bernama Sukis.

Saat terdengar adzan sholat Jumat, pesta miras dihentikan. Saat itu mereka termasuk ketiga korban, masing-masing Fendi, Riko dan Andik Kristanto, pulang ke rumahnya.

Namun pada Sabtu (18/08) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, Fendi mengeluh sakit perut, mual dan muntah serta penglihatannya kabur. Oleh keluarganya, Fendi dilarikan ke RS. BDH Kendung Surabaya, yang kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo, dan akhirnya meninggal, pada Minggu (19/08) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kemudian disusul korban Andik yang meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Benowo, pada Minggu (19/08) pagi, serta korban Riko yang tak tertolong jiwanya dan meninggal pada pukul 05.00 WIB.

Untuk menghindari jatuhnya korban tambahan, aparat kepolisian setempat kemudian membawa puluhan orang yang ikut menenggak miras oplosan itu ke RSUD dr. Soetomo guna dilakukan pemeriksaan medis. “Untuk sementara kondisi mereka stabil. Adapun warga yang mengikuti check up sebanyak 23 orang,” jelas Barung, Minggu (19/08).

Hingga saat ini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat. (Her/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim