Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Perayaan Malam Takbir dan Sholat Ied di Perbatasan Indonesia-PNG

Perayaan Malam Takbir dan Sholat Ied di Perbatasan Indonesia-PNG

TerasJatim.com – Meski berada di daerah tertinggal, namun masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, seakan tak ingin ketinggalan dalam merayakan momentum perayaan Idul Fitri tahun bulan ini.

Seperti di daerah-daerah lain, masyarakat di Kabupaten Boven Digoel, Papua, juga turut serta menggelar malam takbir yang merupakan tanda datangnya hari raya Idul Fitri.

Hal itu, terlihat ketika warga setempat dengan dikawal pasukan Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, memenuhi sejumlah kendaraan yang sudah disediakan untuk perayaan malam takbir.

Dengan menempuh jarak sejauh 20 kilometer, warga antusias dan bersemangat dalam menyerukan takbir.

Selain personel satgas, malam takbir tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar, serta Dandim Boven Digoel dan personel dari kepolisian setempat.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono mengatakan, selain TNI, peran Forpimda dan kepolisian setempat menjadi faktor utama keberhasilan perayaan malam takbir di wilayah perbatasan malam itu.

“Alhamdulillah, semua berlangsung dengan tertib. Itu tak luput dari kerjasama yang diberikan oleh warga yang ikut menggelar malam takbir saat ini,” ujarnya.

 

Esok paginya, pelaksanaan sholat ied digelar di Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua, tepatnya di Masjid Darul Hidayah, yang merupakan titik nol, Kampung Persatuan.

Warga muslim di wilayah tersebut, sejak pagi berbondong-bondong untuk mengikuti sholat ied bersama.

Hamid (53), salah satu jamaah yang merupakan warga setempat menuturkan, dirinya tak ingin ketinggalan sholat Ied di kampungnya tersebut.

Selain digelar setahun sekali, menurut Hamid, sholat Ied yang diikutinya saat ini merupakan salah satu waktu yang tepat untuk memperkuat tali silaturahmi antar sesama umat di wilayah perbatasan.

“Ini (Sholat Ied) hanya setahun sekali digelar. Sayang sekali kalau sampai ketinggalan momen perayaan kemenangan umat muslim itu,” ujarnya. (Dik/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim